Pemberian PIRT sasar pelaku kuliner di Winongo

id Industri kuliner,Umkm,Pangan

Ilustrasi (jogja.antaranews.com)


Yogyakarta  (Antaranews Jogja) - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menyasar pelaku kuliner di sepanjang bantaran Sungai Winongo untuk mengikuti pelatihan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh nomor pangan industri rumah tangga (PIRT).


"Ada sekitar 100 pelaku kuliner di sepanjang bantaran Sungai Winongo yang menjadi sasaran. Baik pelaku di sisi timur maupun barat sungai," kata Kepala Seksi Regulasi dan Sertifikasi Bidang Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Waryono di Yogyakarta, Jumat.


Menurut dia, pemberian nomor pangan industri rumah tangga (PIRT) tersebut ditujukan sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan wisata kuliner yang sehat di sepanjang bantaran Sungai Winongo dan di seluruh wilayah Kota Yogyakarta.


"Program ini tidak terlepas dari program `gandeng gendong` pemerintah kota," katanya.


Waryono mengatakan, pelaku kuliner di sepanjang bantaran Sungai Winongo akan memperoleh pelatihan terkait higienitas dan sanitasi selama proses pengolahan makanan, termasuk pemilihan bahan makanan yang sehat hingga pengemasan makanan.


"Jenis makanan yang dibuat pun diupayakan makanan yang sehat. Tidak banyak gorengan," katanya.


Waryono mengatakan, setiap pelaku kuliner, baik individu maupun kelompok hanya akan memperoleh satu nomor PIRT meskipun jenis makanan yang dihasilkan lebih dari satu.


Hingga saat ini, lanjut dia, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta sudah mengeluarkan lebih dari 3.600 nomor PIRT untuk pelaku kuliner. "Jenis produk yang dihasilkan bisa lebih dari jumlah nomor yang sudah kami keluarkan," katanya.


Sebelumnya, Pemerintah Kota Yogyakarta berencana memanfaatkan dana makan dan minum atau anggaran konsumsi yang nilainya cukup besar, Rp38 miliar agar dibelanjakan di pelaku kuliner lokal yang ada di wilayah.


"Nantinya, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) bisa membelanjakan anggaran tersebut ke kecamatan yang sudah ditetapkan. Harapannya, usaha kuliner di wilayah ikut terangkat," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi. 


(E013)


Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar