Bantul pastikan kawasan industri piyungan bisa beroperasi

id Kawasan industri

Ilustrasi Kawasan Industri (Foto Antara)

Bantul (Antaranews Jogja) - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan kawasan industri di wilayah Kecamatan Piyungan sudah bisa beroperasi menyusul keluarnya izin usaha kawasan industri dari pemerintah pusat.

"Kawasan industri Piyungan saat ini sudah keluar izin usaha kawasan industri, kemudian sudah masuk sistem KLIK (kemudahan langsung investasi konstruksi) di BKPM (Badan Koordinasi Penenaman Modal) Pusat," kata Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Bantul Sulistyanto di Bantul, Kamis.

Menurut dia, dengan sistem KLIK tersebut maka kalau ada pengusaha atau investor yang masuk ke kawasan industri Piyungan sudah bisa langsung terintegrasi dengan BKPM pusat, sehingga memudahkan proses investasinya.

Ia juga mengatakan, karena Kawasan Industri Piyungan sudah mendapatkan izin usaha kawasan industri maka sudah ada pengelola, karena yang mengajukan izin itu pengelola, sehingga pengelola tinggal selesaikan izin-izin yang lain.

"Misalnya terkait dengan IMB, tetapi yang perlu diketahui ketika dia sudah pegang izin usaha kawasan industri, proses industri sudah bisa berjalan, dan Insya Allah dalam minggu-minggu ini mereka sudah mulai," katanya.

Dengan demikian, kata dia, intinya untuk kawasan industri yang rencananya terdapat di sebagian wilayah Desa Srimulyo dan Sitimulyo Piyungan sudah bisa beroperasi karena sudah ada izin dan masuk di sistem KLIK BPKM Pusat.

"Kalau di Srimulyo sudah siap semua tinggal mereka membangun yang tentunya secara bertahap, karena memang daerahnya agak berbukit, jadi tahap pertama yang datar dulu baru bergeser ke lokasi lain, dan untuk jalan dari Pemkab Bantul sudah selesai bebaskan," katanya.

Menurut dia, sesuai rencana awal Kawasan Industri Piyungan yang pembangunannya telah ditetapkan Gubernur DIY luasanya lebih dari 100 hektare, yang saat ini sudah terdapat sejumlah pabrik atau perusahaan dengan ribuan tenaga kerja.

"Kalau yang sudah dibangun itu seluas sekitar 4,6 hektare dan sudah ada pabriknya, terus nanti kalau sudah dibangun lagi itu sembilan hektare, jadi rencananya tahap berikutnya dibangun dua pabrik seluas sembilan hektare," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar