Titiek Soeharto tidak konsultasi terkait kepindahan parpol

id Titiek

Titiek Soeharto, dok (Antara)

Bantul (Antaranews Jogja) - Siti Hediati Hariyadi atau yang disapa Titiek Soeharto tidak berkonsultasi terlebih dulu dengan petinggi Partai Golongan Karya mengenai keputusan keluarnya dari partai dan pindah ke Partai Berkarya.

"Terus terang belum ada konsultasi, kami tidak konsultasi, kalau konsultasi pasti berat," kata Titiek Soeharto usai acara Konsolidasi Pemenangan dan Pernyataan Politik Partai Berkarya di komplek Museum HM Soeharto Dusun Kemusuk, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin petang.

Dalam pidato Titiek Soeharto acara Konsolidasi Pemenangan dan Pernyataan Politik Partai Berkarya yang dihadiri Ketua Umum Hutomo Mandala Putra, Sekjen partai Priyo Budi Santoso itu Titiek resmi menyatakan keluar dari Golkar dan bergabung dengan Partai Berkarya.

"Saya rasa dengan adanya teman-teman pers ini tentunya sudah dengar (pernyataan politiknya), dengan saya di sini pakai jaket kuning ya otomatislah. Tentunya saya nanti juga akan pamitan dengan para petinggi Partai Golkar," ucapnya.

Titiek Soeharto yang menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Golkar itu tentu punya konsekuensinya ketika berpindah partai, yaitu dengan legawa melepaskan keanggotaan di parlemen serta jabatan yang melekat.

"Saya tidak mau `gandoli` (pertahankan), tidak mau gandoli jabatan saya di DPR, kalau memang sudah selesai ya selesai, ini konsekuensi saya daripada saya yang telah mengundurkan diri," ujar Titiek.

Disinggung soal target Partai Berkarya setelah dirinya bergabung, Titiek menjelaskan, partai yang didirikan adiknya, yaitu Hutomo Mandala Putra itu sudah menargetkan sebanyak 80 kursi di DPR RI sebelum dirinya bergabung dengan partai.

"Target 80 kursi memang cukup berat, tapi Insya Allah kita akan kerja keras dengan sisa waktu yang ada ini. Mudah-mudahan dapat caleg (calon anggota legislatif) bagus, caleg yang berdedikasi pikirkan bangsa dan negara maju ke depan," tuturnya, berharap.

Sementara, dalam pidato politiknya Titiek mengatakan, Partai Berkarya harus lulus "Parliamentary threshold" dalam Pileg 2019 agar Partai Berkarya dapat melanjutkan cita-cita Pak Harto untuk mensejahterakan, mencerdaskan bangsa ini, menciptakan kehidupan masyarakat yang adil makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

"Partai Berkarya menyadari ini adalah pekerjaan yang sangat berat, kami tidak bisa melakukannya sendiri. Oleh karena itu kami membutuhkan dukungan seluruh masyarakat dan komponen Bangsa, agar cita-cita Pak Harto dan para pendiri Bangsa ini bisa segera terwujud," katanya.
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar