Kisah heroik Susy Susanti diangkat ke layar lebar

id susi susanti

Susy Susanti (Foto Antara)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Dunia perfilman Indonesia akan dimeriahkan dengan kehadiran film biopik yang mengangkat kisah legenda bulutangkis Susy Susanti.

Film arahan sutradara Sim F ini diberi judul "Susy Susanti - Love All" yang rencananya akan tayang pada tahun 2019 itu merupakan kolaborasi antara Damn! I Love Indonesia Movies bekerja sama dengan Oreima Films dan East West Synergy.

Selain mengisahkan lika-liku perjalanan Susy Susanti dengan segala prestasinya di dunia bulutangkis, film ini juga menitikberatkan pada kekuatan cinta yang berhasil membuat Susy Susanti seperti sekarang.

"Cinta ini adalah sebuah kekuatan yang membuat Susy Susanti bisa seperti sekarang. Kita bisa lihat semangat api Susy Susanti dari 1985 ketika memenangkan kejuaraan dunia junior dan api tersebut terus berkobar hingga sekarang ke generasi milenial," ujar Daniel Mananta selaku produser film dalam jumpa pers di Istora Senayan, Jakarta, Rabu.

Bagi Sim F, film ini menjadi pengalaman pertamanya sebagai sutradara layar lebar. Dirinya pun merasa sangat terhormat bisa dipercaya menjadi sutradara. Meski awalnya sempat merasa beban, namun hal tersebut bisa teratasi dengan tim produksi yang begitu solid.

"Film ini ada memang udah waktunya harus ada dan yang terlibat sudah diatur. Prosesnya sangat panjang dan strugle. Semua berjalan kayak air aja," kata Sim F.

Pembuatan film ini pun disambut baik oleh Susy Susanti. Dirinya juga berharap film ini bisa memberikan inspirasi bukan hanya kepada masyarakat Indonesia saja, melainkan juga seluruh dunia.

"Semoga film ini bisa jadi inspirasi bagaimana mencapai sukses. Orang mungkin lihat sukses ketika saya mencapai di atas tapi tidak tahu bagaimana prosesnya," jelas Susy Susanti.

Film "Susy Susanti - Love All" dibintangi oleh Laura Basuki yang berperan sebagai Susy Susanti, dan Dion Wiyoko yang berperan sebagai Alan Budikusuma. Selain itu, film ini juga menampilkan aktor Lukman Sardi, dan Farhan.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar