Kereta penolong buatan Balai Yasa ditargetkan selesai Januari 2019

id Kereta penolong, balai yasa Yogyakarta

Kereta penolong buatan Balai Yasa ditargetkan selesai Januari 2019

Kereta penolong pertama yang dibuat oleh Balai Yasa Yogyakarta ditargetkan selesai dan bisa dioperasionalkan pada Januari 2019 (Foto Antara/Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Kereta penolong yang sekaligus dirangkai dengan kereta medis yang pertama kali dibuat oleh Balai Yasa Yogyakarta ditargetkan dapat diselesaikan pada Januari 2019.

“Selama ini, PT KAI memang sudah ada kereta penolong yang ditempatkan di tiap daerah operasi (daop), tetapi bukan buatan Balai Yasa. Ini adalah kereta penolong pertama buatan Balai Yasa Yogyakarta,” kata Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, kereta penolong buatan Balai Yasa Yogyakarta tersebut mampu bergerak dengan kecepatan hingga 80 kilometer per jam atau dua kali lebih cepat dibanding kemampuan kereta penolong lama yaitu 40 kilometer per jam.

Bahkan, lanjut dia, kereta penolong tersebut dirangkai dengan kereta medis sehingga menambah fungsi, yaitu tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan perbaikan sarana seperti kereta, gerbong dan lokomotif yang mengalami kerusakan saja tetapi bisa dimanfaatkan untuk membantu jika ada masyarakat atau penumpang yang menjadi korban.

“Kami memang tidak berharap terjadi kerusakan atau korban. Tetapi, jika suatu saat ada kejadian yang tidak diharapkan tersebut, maka penanganan bisa dilakukan lebih optimal,” katanya.

Edi menyebut, kereta penolong yang saat ini ditempatkan di tiap daerah operasi sudah berusia tua termasuk peralatan yang ada di dalam kereta juga kurang mendukung sehingga membutuhkan pembaruan.

Kereta penolong buatan Balai Yasa Yogyakarta tersebut dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung seperti gunting, dongkrak, dan peralatan lain untuk penanganan kerusakan sarana.

Edi meyakini jika kereta penolong buatan Balai Yasa Yogyakarta tersebut dapat berfungsi optimal karena Balai Yasa Yogyakarta sudah memiliki banyak pengalaman untuk membuat berbagai kereta penunjang operasional PT KAI, seperti “rail clinic”.

“Saat ini pun, ‘rail clinic’ kami kirimkan untuk membantu memberikan pertolongan kepada korban tsunami Selat Sunda. Kereta kami tempatkan di stasiun terakhir di Banten yaitu Stasiun Cigading,” katanya.

Sementara itu, Executive Vice President Balai Yasa Yogyakarta Hasyim Suwondo mengatakan, pembuatan kereta penolong tersebut dilakukan sejak November dan diharapkan bisa selesai untuk dioperasionalkan pada Januari 2019.

“Kami menggunakan kereta rel diesel (KRD) untuk kereta penolong dan kereta medis sehingga kereta ini bisa bergerak sendiri tanpa harus ditarik lokomotif,” kata Hasyim.

Saat ini, lanjut dia, Balai Yasa Yogyakarta terus melakukan uji coba terhadap kereta penolong tersebut untuk memastikan bahwa kereta bisa dioperasionalkan dengan aman. 

 “Untuk sementara ini, kami buat satu dulu. Belum tahu untuk ke depannya seperti apa,” katanya.

(E013)

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2024