Pemain utama film "Dua Garis Biru" promosikan-populerkan batik

id angga yunanda,zara jkt48,dua garis biru,batik

Pemain utama film "Dua Garis Biru" promosikan-populerkan batik

Angga Yunanda dan Adhisty Zara dalam pameran "I Am Indonesian The Future: Aku dan Kain", hasil kolaborasi Oscar Lawalata dengan fotografer Glenn Prasetya, di Senayan City, Jakarta, Rabu (2/10/2019). (ANTARA News/ Nanien Yuniar)

Jakarta (ANTARA) - Pemain utama film "Dua Garis Biru" Angga Yunanda dan Adhisty Zara turut bersemangat dalam mempromosikan dan mempopulerkan batik sebagai busana sehari-hari.

"Kami sebagai generasi muda bisa ikut melestarikan kain tradisional Indonesia. Enggak cuma batik. Ada tenun, ada ikat, banyak sih," ujar Angga yang berpartisipasi dalam pemeran "I Am Indonesian The Future: Aku dan Kain" di Jakarta, Rabu.

Pameran itu merupakan hasil kolaborasi desainer Tanah Air Oscar Lawalata dengan fotografer Glenn Prasetya yang bertujuan mempromosikan ragam kain tradisional Nusantara, khususnya kepada generasi muda.

Angga yang memakai tenun Bali mengaku senang ikut berpartisipasi dalam pameran itu sekaligus mempromosikan kain-kain Nusantara lewat media sosial.



"Kalau bukan kita, siapa lagi? Takutnya, beberapa tahun ke depan.. Bagaimana anak cucu kita, kalau enggak bisa menikmati itu juga?" ujarnya.

Angga mengatakan kain batik sering dipakai pada acara-acara formal dan belum jadi pilihan utama sebagai busana sehari-hari.

"Semoga dari gerakan itu, semakin banyak generasi muda yang pakai batik dalam keseharian," kata Angga.



Angga dan Zara mengaku masih harus belajar lebih banyak tentang batik dan kain-kain tradisional lainnya.

Aktris yang populer berkat grup idola JKT48 itu mengaku telah akrab dengan berbagai batik yang dikoleksi ibunya. Tapi, Zara mengatakan tidak terlalu hafal nama-nama motif ataupun jenis batik itu.

"Mamaku suka batik. Jadi punya banyak. Tapi, aku kurang tahu namanya apa. Aku suka pakai saja," kata Zara yang mengenakan atasan hitam dipadu kain batik.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar