Dinkes Yogyakarta ingatkan warga intensifkan pemberantasan sarang nyamuk

id DB,sarang nyamuk,pancaroba

Dinkes Yogyakarta ingatkan warga intensifkan pemberantasan sarang nyamuk

Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Yudirian Amelia (kiri) saat menjelaskan potensi penyakit musim pancaroba, seperti leptospirosis dan DB (Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengingatkan warga untuk mengintensifkan pemberantasan sarang nyamuk sebagai salah satu upaya menekan potensi penularan demam berdarah saat memasuki musim pancaroba dan berpotensi meningkat saat musim hujan.

“Tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk dan biasanya terlupakan untuk dibersihkan di antaranya, ban bekas atau sampah botol dan gelas plastik hingga ember. Jika dibiarkan terbuka dan menampung air hujan, maka akan menjadi sarang nyamuk,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Yudiria Amelia di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, pembersihkan lingkungan sekaligus pemberantasan sarang nyamuk dapat dilakukan melalui kegiatan Jumat Bersih di lingkungan permukiman.

Selain melakukan pembersihan lingkungan dan sarang nyamuk, Yudiria juga mengingatkan warga untuk mengintensifkan kembali gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik) untuk mencegah penularan DB.

Berdasarkan data dalam beberapa tahun terakhir, terjadi kecenderungan peningkatan kasus demam berdarah saat memasuki musim pancaroba dan terus meningkat saat musim hujan baru kemudian berangsur-angsur turun saat memasuki musim kemarau.

Hingga awal November, di Kota Yogyakarta tercatat sebanyak 455 kasus demam berdarah atau meningkat dibanding total kasus DB pada 2018 sebanyak 413 kasus.

“Masyarakat perlu memahami gejala awal demam berdarah dengue  (DBD) Jika demam tinggi, maka harus segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat. Datang ke puskesmas terdekat dan yang paling penting adalah menghitung hari panas,” katanya.

Penghitungan hari panas yang tepat, lanjut dia, sangat berpengaruh terhadap diagnosa dokter dan proses penyembuhan penyakit tersebut. Satu hari panas dihitung dari mulai awal terjadinya demam hingga 24 jam kemudian.

Selain demam berdarah, penyakit lain yang perlu diwaspadai saat memasuki musim pancaroba dan musim hujan adalah leptospirosis yang ditularkan melalui kencing tikus melalui luka terbuka di tubuh.

“Biasanya warga tidak menyadari gejala penyakit ini karena hampir sama seperti demam biasa. Warga bisa tertular saat membersihkan lingkungan,” katanya.

Oleh karena itu, Yudiria mengingatkan masyarakat untuk menggunakan alat pelindung diri saat melakukan pembersihan lingkungan seperti sarung tangan dan alas kaki. “Meskipun luka hanya kecil, tetapi bakteri leptospira bisa masuk ke tubuh,” katanya.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar