Film "Buku Harianku" ceritakan konflik keluarga di mata anak-anak

id film buku harianku,buku harianku,drama musikal,film

Film "Buku Harianku" ceritakan konflik keluarga di mata anak-anak

Para pemain dari film "Buku Harianku" pada saat press scereaning di Plaza Indonesia. (Antara News/Chairul Rohman)

film itu menyajikan paket lengkap sebuah cerita tentang keluarga, mulai dari antara anak dengan mertua, suami dengan istri, ibu dan anak, kakek dengan cucu, juga konflik anak-anak sepermainan.
Jakarta (ANTARA) - "Buku Harianku", film drama musikal yang bercerita tentang konflik keluarga dari sudut pandang anak-anak akan tayang pada 12 Maret 2020.

Film ini mengisahkan Kila (penyanyi cilik Kila Putri Alam) yang dititipkan kepada kakeknya (Slamet Raharjo ) di Sukabumi, karena ibunya (Widi Sasono) harus bekerja. Karena pekerjaan itu pula Kila batal berlibur ke Bali bersama ibunya.

Selama tinggal bersama kakek, Kila harus harus beradaptasi dengan sikap kakeknya yang keras.

Sejalan dengan itu, selama dititipkan di Sukabumi, Kila kembali bertemu teman masa lalunya yang bernama Rintik (Widuri Sasono). Sahabat kecil Kila itu ternyata tuna wicara.

Bersama Rintik, Kila mendapatkan teman untuk berpetualang. Misalnya di bukit belakang rumah kakek, dimana Kila belum pernah mendapatkan pengalaman bermain seperti itu karena tinggal di kota.

Sutradara film, Angling Sagaran mengatakan film itu menyajikan paket lengkap sebuah cerita tentang keluarga, mulai dari antara anak dengan mertua, suami dengan istri, ibu dan anak, kakek dengan cucu, juga konflik anak-anak sepermainan.

"Dalam film ini, ada kesedihan dan perasaan haru yang sangat menyentuh. Cocok sebagai tontonan anak dan dewasa. Secara singkat film ini bahan dasarnya adalah keluarga dan bumbu pelengkapnya adalah musik," kata Angling di Jakarta, Senin.

Baca juga: Film "Onward" hasilkan pendapatan pembukaan 40 juta dolar AS

"Unsur utama film ini adalah lagu, di mana lagu-lagu itu ditulis untuk anak-anak, dengan bahasa anak-anak dan aransemennya yang juga dibuat sangat menghibur," kata dia.

"Film ini juga ingin menyampaikan nilai kekeluargaan yang tinggi, bagaimana menjadi teman yang baik, anak yang bertanggung jawab, dan banyak hal-hal good parenting yang kita masukin," jelas dia.

Menurut aktor senior Slamet Rahardjo mengatakan, film itu jangan dikategorikan hanya untuk anak-anak, melainkan untuk semua usia.

"Jangan jadikan film ini hanya untuk anak-anak. Ini untuk semua, all ages. Semua bisa menikmati film ini, kakek-nenek, ibu-bapak, kakak-adik, semua bisa menikmati film ini," kata Slamet Rahardjo.

Baca juga: Film "Yowis Ben 3" akan syuting di Banyuwangi

Slamet Rahardjo yang sudah terlibat dalam puluhan film di Nusantara, menyatakan ketertarikannya pada film ini karena memuat banyak hal baik untuk penonton.

"Saya menerima film ini, karena kita semua menyadari bahwa kita tidak bisa menjadi anak-anak lagi, yang bisa berbicara apa adanya, jujur dan ceria. Saat ini, hal-hal semacam itu susah untuk didapati di tengah banyak berita bohong menyebar dengan bebas," kata dia.

Film yang diproduksi Bro's Studio bersama Blus Sheep Entertainment itu dibintangi oleh Kila Putri Alam, Widuri Puteri, Slamet Rahardjo, Widi Mulia Sasono, Dwi Sasono, Ence Bagus, Gary Iskak, Wina Marrino, Bacun Hakim, Astanur Cahya, Tizza Radia, dan pemain lainnya.
 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2024