Yogyakarta memastikan ketersediaan ARV mencukupi

id obat-obatan hiv

Yogyakarta memastikan ketersediaan ARV mencukupi

Obat ARV mengandung tiga zat aktif Tenofovir, Lamivudine dan Efavirenz (TLE) yang bisa menghambat replikasi virus HIV sehingga tak menularkan virus pada orang lain. (Foto : ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa).

Yogyakarta (ANTARA) - Pelayanan kesehatan bagi penderita HIV/AIDS di Kota Yogyakarta dipastikan tidak terganggu dan fasilitas layanan kesehatan di Kota Yogyakarta memastikan ketersediaan obat antiretroviral (ARV) yang dibutuhkan oleh penderita mencukupi.



“Untuk di Puskesmas Gedongtengen, tidak ada masalah dengan stok ARV. Stok masih cukup sampai bulan depan,” kata Kepala Puskesmas Gedongtengen Yogyakarta, Tri Kusumo Bawono di Yogyakarta, Kamis.



Menurut dia, Puskesmas Gedongtengen Yogyakarta selalu mengajukan permintaan obat-obatan ke gudang farmasi untuk pemenuhan kebutuhan obat di puskesmas tersebut, termasuk layanan obat ARV untuk penderita HIV/AIDS.



“Setiap mengajukan permohonan, selalu disertai dengan ‘buffer’ 10 persen. Jadi, jumlah ARV tetap tercukupi. Apalagi pasien HIV/AIDS di Gedongtengen cukup banyak,” ujarnya.



Jika stok ARV berkurang atau menipis, Tri mengemukakan, masih bisa meminta ke puskesmas lain yang tidak memiliki terlalu banyak pasien HIV/AIDS. “Masih bisa dipenuhi dari puskesmas lain. Ada semacam subsidi silang obat ARV,” katanya.



Di Puskesmas Gedongtengen tercatat memiliki 326 pasien HIV/AIDS. Obat ARV tersebut bisa diambil secara rutin di puskesmas oleh pasien secara langsung atau diwakilkan dengan disertai keterangan.



Selain di Puskesmas Gedongtengen, layanan ARV di Kota Yogyakarta juga bisa diperoleh di puskesmas lain yaitu di Umbulharjo I, Mantrijeron, dan Tegalrejo.



Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Yudiria Amelia juga menyebut ketersediaan ARV masih ada. “Ya, masih,” ucap.



Berdasarkan data Dinas Kesehatan DIY pada Desember 2019, distribusi kasus HIV/AIDS dari 1993 hingga triwulan tiga 2019 di Kota Yogyakarta cukup tinggi yaitu 1.302 kasus HIV dan 279 AIDS, sedangkan di empat kabupaten lain di DIY yaitu di Kabupaten Sleman kasus HIV 1.224 dan AIDS 401, Bantul 1.149 HIV dan 382 AIDS, Kulon Progo 289 HIV dan 86 AIDS, Gunung Kidul 424 HIV dan 233 AIDS.



Penderita terbanyak berasal kelompok laki-laki yaitu untuk HIV sebanyak 3.450 orang dan 1.614 perempuan, sedangkan untuk AIDS tercatat sebanyak 1.139 laki-laki dan 558 perempuan.



Secara kumulatif, jumlah kasus HIV di DIY dari 1993 sampai 2018 mencapai 5.140 kasus dan dari jumlah tersebut yang sudah masuk fase AIDS sebanyak 1.707 kasus.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar