Gondomanan siapkan buku tamu digital hadapi normal baru

id buku tamu digital,new normal,gondomanan,yogyakarta

Gondomanan siapkan buku tamu digital hadapi normal baru

Buku tamu digital di Kecamatan Gondomanan Yogyakarta yang ditempatkan di sejumlah restoran dan kafe di sekitar Alun-Alun Utara Yogyakarta (HO-Humas Pemkot Yogyakarta)

Buku tamu digital ini ditempatkan di sejumlah tempat usaha, seperti rumah makan dan kafe yang banyak terdapat di kecamatan ini.

Yogyakarta (ANTARA) - Perubahan tata kehidupan masyarakat di tengah pandemi COVID-19 melahirkan sejumlah inovasi, tidak terkecuali di Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, yang membuat buku tamu digital sebagai salah satu upaya memasuki masa normal baru.

“Buku tamu digital ini ditempatkan di sejumlah tempat usaha, seperti rumah makan dan kafe yang banyak terdapat di kecamatan ini,” kata Camat Gondomanan Budi Santosa di Yogyakarta, Jumat.

Buku tamu digital tersebut berbentuk QR code yang kemudian dipindai menggunakan telepon selular dan pengunjung mengisikan data yang diminta.

Baca juga: Pakar epidemiologi: tren kasus COVID-19 menuju puncak kurva

Saat ini, lanjut dia, buku tamu digital tersebut ditempatkan di sejumlah lokasi di sekitar restoran dan kafe yang berada di Alun-Alun Utara Kota Yogyakarta dan dimungkinkan akan diperluas.

“Setiap pengunjung yang datang diwajibkan memindai QR code yang dipasang di spanduk berukuran besar di dekat pintu masuk kafe atau restoran,” katanya.

Ia mengatakan banyak usaha kuliner di seputar Alun-Alun Utara Yogyakarta yang sudah kembali membuka usahanya sejak sepekan lalu.

Baca juga: Penyaluran BLT tahap dua di Kota Yogyakarta dimulai pekan depan

Menurut dia, pembuatan buku tamu digital tersebut merupakan inisiatif bersama dengan komunitas di Alun-Alun Utara Yogyakarta.

“Dengan dipindai menggunakan telepon selular, akan mengurangi kontak langsung. Nantinya, akan ada admin yang mengelola data pengunjung,” katanya.

Dengan data tersebut, proses tracing terhadap pengunjung bisa dilakukan lebih mudah dan cepat jika terjadi penularan virus corona di antara pengunjung yang datang.

“Untuk menarik minat pengunjung agar memindai QR code buku tamu digital, pelaku usaha memberikan ‘reward’ menarik, misalnya memberikan es teh gratis, bahkan undian berhadiah,” katanya.

Baca juga: Forpi Yogyakarta menilai NIK masih menjadi kendala PPDB

Inovasi berupa buku tamu digital tersebut kemudian diikutkan dalam lomba inovasi Penyiapan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman COVID-19 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri.

“Meski sudah ada buku tamu digital, protokol kesehatan lain tetap wajib diterapkan, seperti jaga jarak, maksimal pengunjung 50 persen, mengenakan masker, mencuci tangan dan lainnya,” katanya

Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar