Yogyakarta mengingatkan masyarakat waspadai potensi merebaknya DBD

id DBD,penularan,musim hujan,yogyakarta

Yogyakarta mengingatkan masyarakat waspadai potensi merebaknya DBD

Ilustrasi - Penyebaran ember berisi telur nyamuk berwolbachia yang dilakukan di Kota Yogyakarta sebagai upaya menurunkan kejadian DBD (HO-Humas Pemkot Yogyakarta)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi merebaknya demam berdarah dengue karena saat ini sudah memasuki musim hujan dengan intensitas hujan yang cukup lebat akibat pengaruh La Nina.

“Memasuki musim hujan, kami mengingatkan puskesmas-puskesmas untuk menggencarkan sosialisasi kewaspadaan demam berdarah dengue (DBD) di masyarakat,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Yudiria Amelia di Yogyakarta, Rabu.

Selain itu, lanjut dia, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta juga mengirimkan surat edaran dari Wali Kota Yogyakarta ke camat dan lurah yang berisi imbauan untuk menggencarkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di wilayah masing-masing.

Menurut dia, upaya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi merebaknya penularan DBD di masa pandemi COVID-19 memiliki tantangan yang cukup berat.

Masyarakat, lanjut dia, harus tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dengan gerakan 4M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan serta ditambah dengan gerakan 4M DBD, yaitu menguras, menutup, mengubur, dan memantau tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, sepanjang 2020 terdapat 282 kasus DBD tanpa ada pasien yang meninggal dunia.

Tiga wilayah dengan kasus terbanyak hingga saat ini berada di Kelurahan Gedongkiwo sebanyak 28 kasus, Pandeyan 24 kasus, dan Rejowinangun 23 kasus.

Pada saat ini, Pemerintah Kota Yogyakarta juga tetap melanjutkan kerja sama dengan World Mosquito Program yang sudah berjalan tiga tahun untuk melakukan berbagai upaya pencegahan penularan DBD melalui penyebaran nyamuk aedes aegypti berwolbachia.

Selama tiga tahun melakukan penelitian terkait efektivitas wolbachia dalam pencegahan penularan DBD, diketahui bahwa wolbachia efektif menurunkan 77 persen kejadian dengue di area intervensi dibanding di area pembanding atau area kontrol yang tidak disebar nyamuk berwolbachia.

“Saat ini kami melakukan perluasan area intervensi penyebaran nyamuk berwolbachia sehingga persentase wolbachia mencapai sekitar 60 persen,” kata peneliti utama WMP Adi Utarini.

Saat ini, perluasan wolbachia melalui penitipan ember berisi telur nyamuk ber-wolbachia di rumah penduduk dan fasilitas umum sudah berjalan di 29 kelurahan dan 15 puskesmas pada area kontrol.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar