Bimawa UAD merintis inovasi pendidikan melalui kolaborasi lintas disiplin

id bimawa uad

Bimawa UAD merintis inovasi pendidikan melalui kolaborasi lintas disiplin

Danang Sukantar (kiri) dan Caraka Putra Bhakti (HO-Istimewa)

Yogyakarta (ANTARA) - Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Ahmad Dahlan (Bimawa UAD) Yogyakarta merintis inovasi pendidikan melalui kolaborasi lintas disiplin dan saling melengkapi serta mengembangkan ilmu multidisiplin dalam Konferensi Sarjana Multidisiplin Ilmu.

"Hal itu sebagai solusi untuk menyebarluaskan gagasan mahasiswa sarjana untuk masa depan yang lebih baik," kata Kepala Bidang Pembinaan Organisasi Kemahasiswaan dan Prestasi Mahasiswa Bimawa UAD Danang Sukantar di Kampus 4 UAD Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, UAD yang memiliki sekitar 26.000 mahasiswa S-1 harus menjadi katalisator untuk kehidupan yang lebih baik, tidak hanya sekarang, tetapi juga di masa depan.

Oleh karena itu, Bimawa UAD menyelenggarakan Undergraduate Conference of Multidisplinary Science (Konferensi Mahasiswa Jenjang Sarjana Multidisiplin Ilmu) secara dalam jaringan (daring) melalui live channel Youtube UAD.

"Bidang ilmu konferensi itu meliputi pendidikan, teknik, kesehatan, hukum, ekonomi dan bisnis, sosial humaniora, bahasa, dan ilmu-ilmu yang terkait," kata Danang.

Ia mengatakan konferensi itu mengangkat tema "The Role of Young Intellectuals in 5.0 Society Era". Dalam konferensi itu artikel dari skripsi sebanyak 854 paper dan artikel non-skripsi sebanyak 246 paper, sehingga total ada 1.100 artikel.

Konferensi itu, menurut dia, merupakan yang pertama kali dan rencananya akan diselenggarakan secara rutin dua kali setahun dengan target minimal 10 persen jumlah artikel dari "student body" mahasiswa S-1.

"UAD memiliki sekitar 26.000 mahasiswa S-1 dan diharapkan sekitar 10 persen atau 2.600 mahasiswa mengikuti konferensi itu," kata Danang.

Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Bimawa UAD Caraka Putra Bhakti menambahkan konferensi itu dimaksudkan untuk membekali mahasiswa agar memiliki budaya meneliti dan menulis.

"Semakin banyak karya tulis yang dihasilkan dan dimuat pada jurnal atau dipresentasikan dalam konferensi akan memudahkan mahasiswa untuk studi lanjut," katanya.

Sebelum konferensi, menurut dia, mahasiswa mengikuti seminar tentang penulisan artikel ilmiah bagi pemula. Seminar menampilkan tujuh pembicara, yakni Rully Charitas Indra Prahmana dari UAD, Rabita Madina Mahasiswa Berprestasi Kemendikbud 2020 dari UGM, Khudzaifah Saiful Haq (UAD).

Selain itu, Fiddinul Hayat (Technische Hochschule Mittelhessen, Jerman), Adi Suharyanto (Graduate School of Law, Kyushu University, Jepang), Rini Nur Utami (King's College, London, Inggris), dan Rizky Gusti Pratiwi (Alumni Teknik Kimia UAD 2018 yang studi di Khon Kaen University, Thailand).

"Setelah seminar dilanjutkan presentasi artikel secara daring yang terbagi dalam 16 kelas presentasi. Setiap kelas akan dipilih lima presenter terbaik dan lima artikel terbaik," kata Caraka.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar