Disperindag DIY : Kenaikkan harga cabai jadi siklus tahunan

id Disperindag DIY,Harga cabai,Yogyakarta

Disperindag DIY : Kenaikkan harga cabai jadi siklus tahunan

Pedagang cabai dan kebutuhan pokok di pasar tradisional Bantul, DIY (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan tingginya harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Yogyakarta dengan rata-rata Rp88.000 per kilogram merupakan siklus tahunan akibat dampak musim hujan.

"Kenaikkan harga cabai rawit ini sebetulnya fenomena tahunan saja, pokoknya bisa diprediksi di bulan Januari, Februari, dan Maret," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY Yanto Apriyanto di Yogyakarta, Rabu.

Ia mengatakan berdasarkan pemantauan harga di tiga pasar tradisional di Kota Yogyakarta yakni di Pasar Beringharjo, Pasar Kranggan, dan Pasar Demangan per 24 Februari, harga cabai rawit merah rata-rata mecapai Rp88.833 per kg dan cabai rawit hijau Rp63.667 per kg.

Sedangkan harga cabai merah keriting masih dijual dengan harga Rp47.333 per kg dan cabai merah besar Rp44.000 per kg.

Menurut Yanto, faktor cuaca sangat memengaruhi harga cabai karena cepat membusuk dalam kondisi basah. Di sisi lain, saat ini masih memasuki musim tanam sehingga persediaan di kalangan pedagang tidak melimpah.

Meski demikian, karena bukan termasuk kebutuhan pokok, menurut Yanto, saat ini belum dalam kondisi mendesak untuk menggelar operasi pasar khusus cabai.

"Biasanya kalau sudah memasuki musim kemarau harga sudah kembali normal. Orang masih bisa makan meski tanpa cabai," kata dia.

Kendati tidak melimpah, pasokan cabai rawit masih bisa dipenuhi petani dari Kulon Progo, Sleman, dan luar daerah seperti Muntilan, Jawa Tengah.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga cabai di masa mendatang, menurut Yanto, Disperindag DIY telah mendorong para petani atau pedagang untuk melakukan diversifikasi produk cabai.

"Mungkin ke depan cabai yang dijual bisa dibikin bubuk atau pasta. Cuma masalahnya masyarakat masih senang dengan cabai segar," kata dia.

Selain cabai rawit merah dan hijau, harga komoditas pangan lain di DIY secara umum masih stabil. Harga beras IR I masih Rp9.800 per kg, gula pasir Rp12.500 per kg, daging has luar Rp116.667 per kg, daging ayam broiler Rp33.000 per kg, telur ayam negeri Rp23.333 per kg.

Berikutnya, harga bawang putih sincau Rp23.333 per kg, bawang putih kating Rp27.000 per kg, serta minyak goreng tanpa merek Rp13.500 per kg.

"Untuk komoditas lainnya cenderung stabil. Kalaupun naik tidak sampai melebihi HET (harga eceran tertinggi)," kata dia.
 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar