Bupati Sleman minta ulama mendukung pemulihan spiritual di masa pandemi

id Bupati Sleman Kustini ,Tokoh agama ,Pandemi COVID-19 ,Kabupaten Sleman ,Sleman

Bupati Sleman minta ulama mendukung pemulihan spiritual di masa pandemi

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat membuka kegiatan Pembinaan Rohaniawan Tokoh-tokoh Agama Islam Tahun 2021 di Sleman. Foto Antara/HO-Humas Pemkab Sleman

Sleman (ANTARA) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kustini Sri Purnomo meminta adanya sinergitas antara pemerintah daerah dengan tokoh-tokoh agama Islam dalam mempercepat pemulihan kondisi masyarakat di tengah pandemi COVID-19, terutama dalam pemulihan secara sosial dan spiritual.

"Kami mengharapkan adanya sinergi antara pemerintah daerah dengan tokoh-tokoh Islam, para ulama dan kiai dalam pemulihan sosial dan spiritual masyarakat di masa pandemi COVID-19 ini," katanya saat membuka kegiatan Pembinaan Rohaniawan Tokoh-tokoh Agama Islam Tahun 2021 di Sleman, Rabu.

Menurut dia, tokoh agama memiliki peran strategis di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Bahkan di negara yang kegiatan agamanya kental, di tengah masyarakat, peran tokoh agama diperhitungkan untuk suatu kebijakan politik pemerintah.

"Maka perlu adanya sinergi yang baik antara pemerintah dengan para tokoh agama atau rohaniawan," katanya.

Ia berharap, tokoh-tokoh agama khususnya Islam, dapat memberikan petunjuk dan pedoman kehidupan bermasyarakat yang menyejukkan hati, serta mendorong terciptanya kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Sleman.

"Saya juga mengimbau kepada para tokoh-tokoh agama Islam untuk turut menjaga umat Islam agar berada dalam aqidah dan pemahaman agama Islam yang jauh dari nilai nilai kekerasan dan anarkisme," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Kustini juga meminta para tokoh agama menyukseskan pemilihan lurah secara serentak di 35 kelurahan pada 22 Agustus 2021 agar dapat berjalan secara bersih, jujur, adil, dan penuh kebersamaan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman Iriansya mengatakan kegiatan Pembinaan Rohaniawan akan dilaksanakan sebanyak 14 kali.

Bagi rohaniawan Islam akan dilaksanakan enam kali dengan peserta 45 orang, untuk rohaniawan Katolik dan Kristen masing-masing dua kali dan diikuti 45 orang untuk masing-masing sesi, sedangkan untuk rohaniawan Hindu dan Buddha masing-masing dua kali dengan jumlah peserta 35 orang untuk masing-masing sesi.

"Untuk pembukaan hari ini diikuti oleh 45 rohaniawan agama Islam yang terdiri dari NU, Muhammadiyah, LDII, MTA, dan rohaniawan lainnya," kata dia.

Tema yang dijadikan acuan dalam Pembinaan Rohaniawan 2021 di antaranya Toleransi dalam Keberagaman, Kebijakan Pemerintah Kabupaten Sleman, Peran Rohaniawan dalam Rangka Implementasi Kebijakan Pemerintah Kabupaten Sleman.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar