Dispar Sleman gunakan alat transaksi antisipasi antrean di objek wisata

id Dinas Pariwisata Sleman ,Dispar Sleman ,Alat transaksi TPR ,Destinasi Wisata Sleman ,Kabupaten Sleman

Dispar Sleman gunakan alat transaksi antisipasi antrean di objek wisata

Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menggunakan alat transaksi di sejumlah TPR destinasi wisata guna mencegah potensi terjadinya antrean kendaraan wisatawan. Foto ANTARA/HO-Dinas Pariwisata Sleman

Sleman (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menggunakan alat transaksi untuk mengantisipasi antrean pada pintu masuk destinasi wisata yang dikelola pemerintah kabupaten di wilayah itu.

"Kami telah mengirim alat dan melatih petugas pada pekan lalu, untuk siap, cepat, dan tepat dalam melayani wisatawan di pintu masuk destinasi wisata," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Suparmono di Sleman, Selasa.

Dengan alat transaksi tersebut, menurutnya, kalaupun terjadi antrean tidak panjang.

"Berdasar pantauan kami di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) baik di Gerbang Kaliurang, Gerbang Kaliadem, serta candi-candi tidak mengalami antrean yang berarti," katanya.

Kepala Seksi Fasilitas Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Dewi Pratika mengatakan terdapat 12 alat transaksi baru yang didistribusikan ke lima TPR yaitu dua unit TPR kawasan Kaliurang dan tiga unit TPR kawasan Kaliadem.

"Alat tersebut mempunyai mobilitas yang baik bagi petugas untuk melakukan jemput bola, sehingga dapat meminimalisir potensi antrian panjang," katanya.

Terkait kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi di Sleman, Kepala Dinas Pariwisata Sleman Suparmono mengatakan  wisata di alam terbuka masih menjadi tujuan favorit wisatawan yang berpesiar memanfaatkan waktu libur Lebaran bersama keluarga.

"Beberapa destinasi wisata di Sleman seperti kawasan wisata Kaliurang dan Kaliadem, Breksi, Grojogan Watu Purbo, Studio Alam Gamplong, Sindu Kusuma Edu Park, Jogja Eksotarium, masih menjadi tempat favorit wisatawan berpesiar pada libur Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah," katanya.

Ia mengatakan rata-rata tempat wisata ramai dikunjungi wisatawan saat pagi dan sore hari dan didominasi oleh keluarga serta kendaraan dari luar kota.

"Beberapa destinasi di Sleman sudah mulai buka pada hari Lebaran pertama Senin 2 Mei, dan dari pemantauan dilakukan Dinas Pariwisata Sleman kunjungan lebih banyak pada hari ini (Selasa) libur Lebaran hari kedua," katanya.

Dari hasil pemantauan Dinas Pariwisata Sleman, lanjutnya, sampai Selasa pukul 15.00 WIB, kawasan Kaliurang dikunjungi 3.969 wisatawan, kawasan Kaliadem 2.737 wisatawan, dan lebih dari 500 wisatawan berkunjung di lima candi yang dikelola Pemkab Sleman.

Kemudian destinasi Sindu Kusuma Edu Park dan Gamplong Studio masing-masing dikunjungi lebih dari 750-an wisatawan, Tebing Breksi 984 wisatawan, dan Jogja Exotarium 963 pengunjung.

Suparmono optimistis kunjungan akan terus meningkat di destinasi-destinasi Sleman, karena selain pengelola telah menerapkan prokes yang baik dan konsisten.

Terkait kejadian aduan tiket masuk salah satu destinasi wisata di media sosial beberapa waktu yang lalu, Suparmono menjelaskan sudah ditindaklanjuti kepada kedua belah pihak, baik yang dirugikan maupun pengelola destinasi.

"Pengelola sudah memperbaiki sistem layanannya agar kejadian merugikan wisatawan tidak terulang kembali," katanya.

Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2024