Dishub DIY uji coba sistem satu arah di Plengkung Nirbaya

id Plengkung Nirbaya,Yogyakarta,rekayasa lalu lintas

Dishub DIY uji coba sistem satu arah di Plengkung Nirbaya

Kendaraan bermotor berjalan melintasi Plengkung Gading, Yogyakarta, Selasa (16/9). ANTARA FOTO/Noveradika/Asf/ama/14.

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerapkan uji coba sistem satu arah (SSA) lalu lintas kendaraan di Plengkung Nirbaya atau kerap disebut Plengkung Gading, Keraton Yogyakarta pada minggu kedua Maret 2025.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub DIY Rizki Budi Utomo di Yogyakarta, Senin, mengatakan kebijakan itu bertujuan mengurangi dampak negatif arus kendaraan terhadap struktur bangunan cagar budaya itu.

"Dengan adanya rekayasa ini, beban lalu lintas di sekitar Plengkung Nirbaya dapat diminimalisasi, sehingga struktur bangunan dapat terjaga dengan baik," ujar dia.

Menurut dia, SSA akan diberlakukan selama sebulan dengan pengawasan ketat dengan kendaraan besar seperti bus pariwisata dilarang memasuki area Plengkung Nirbaya.

Hasil kajian Dinas Kebudayaan DIY tahun 2018 menunjukkan bahwa Plengkung Nirbaya mengalami retakan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Sementara, upaya perbaikan telah dilakukan sejak 2019, termasuk perbaikan fisik dan pencegahan pelapukan biologis.

"Sering terjadi kendaraan berdimensi besar melanggar rambu larangan dan terjebak saat berpapasan dengan kendaraan lain, sehingga berisiko menyerempet dinding plengkung. Dengan rekayasa ini, diharapkan beban lalu lintas berkurang dan struktur bangunan tetap terjaga," ujar Rizki.

Plengkung Nirbaya merupakan salah satu gerbang utama Benteng Baluwerti yang mengelilingi Keraton Yogyakarta.

Keberadaannya, menjadi bagian penting dari Sumbu Filosofi Yogyakarta.

Akademisi UGM Prof. Bakti Setiawan dan Ir. Ikaputra turut menyoroti peningkatan aktivitas di kawasan Keraton Yogyakarta yang menyebabkan tekanan terhadap daya tampung ruang.

Menurut keduanya, diperlukan masterplan untuk menata kawasan Keraton secara komprehensif agar pelestarian cagar budaya tetap terjamin.

"Plengkung Nirbaya menghadapi tantangan serius terkait kondisi fisiknya, termasuk retakan di dinding Baluwarti dan lantai yang amblas hingga 10 cm. Kerusakan ini tidak hanya mengancam keindahan arsitektur, tetapi juga keselamatan pengunjung," ujar Ikaputra.

Konsep "traffic calming" atau pengurangan intensitas lalu lintas menjadi solusi utama yang direkomendasikan.

Selain membatasi kendaraan bermotor, kata dia, peningkatan fasilitas bagi pejalan kaki dan transportasi ramah lingkungan perlu diprioritaskan di kawasan ini.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2025