Instalasi listrik Pasar Klithikan diubah permudah pengawasan

id klithikan

 Instalasi listrik Pasar Klithikan diubah permudah pengawasan

Pasar Klithikan Kota Yogyakarta (foto yogyakarta.panduanwisata.com

Yogyakarta (Antara Jogja) - Kebakaran di Blok B Pasar Klithikan Yogyakarta sekitar satu bulan lalu memberikan pelajaran berharga pada seluruh pihak terkait instalasi listrik sehingga ada perubahan instalasi untuk memudahkan pengawasan.

"Jika sebelumnya stop kontak ada di bunker di bawah masing-masing kios, kini stop kontak dipindahkan ke tiang penyangga kios untuk memudahkan pengawasan. Pedagang bisa saling mengingatkan jika ada penggunaan listrik yang berlebihan," kata Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta Maryustion Tonang di Yogyakarta, Kamis.

Selain memindahkan posisi stop kontak listrik, seluruh instalasi listrik di Blok B tersebut juga diperbarui menggunakan kabel yang memenuhi standar sehingga bisa meminimalisasi potensi kebakaran.

Berdasarkan dugaan sementara, kebakaran yang menghanguskan sekitar 80 kios di Blok B Pasar Klithikan tersebut terjadi akibat hubungan pendek arus listrik.

Saat ini, seluruh bangunan kios di Blok B yang terbakar sudah diperbaiki sehingga pedagang bisa kembali menempati kiosnya masing-masing untuk berjualan. Pemerintah Kota Yogyakarta menggelontorkan dana sekitar Rp150 juta untuk perbaikan atap Blok B.

Sedangkan untuk lantai, lanjut Maryustion, akan diperbaiki secara swadaya oleh pedagang.

Penempatan kembali pedagang Blok B Pasar Klithikan tersebut ditandai dengan doa bersama dan potong tumpeng oleh pedagang dan sejumlah pejabat dari lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.

Salah seorang pedagang di Blok B yang menjadi korban kebakaran Sujadi Ahmad Said mengatakan, masih melakukan persiapan untuk kembali berjualan. "Mungkin besok baru bisa berjualan di kios. Selama perbaikan, kami berjualan di selasar pasar," katanya.

Ia juga menyebut, kejadian kebakaran di Blok B tersebut perlu menjadi pelajaran bagi seluruh pedagang agar bijak menggunakan listrik. "Jangan bersaing banyak-banyakan menggunakan kabel. Seharusnya, penggunaan listrik disesuaikan dengan daya yang ada. Pedagang perlu lebih hati-hati," katanya.

Sujadi yang berjualan berbagai peralatan kerja seperti dinamo, roda penggerak dan kompor tersebut mengaku tidak kesulitan untuk kembali berjualan di kiosnya. "Saya sudah punya pemasok, sehingga tidak kesulitan memperoleh barang dagangan," katanya yang mengatakan mengalami kerugian Rp40 juta akibat kebakaran itu.

(E013)
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar