Daop VI bersiap realisasikan KRL Yogyakarta-Solo

id KRL

Daop VI bersiap realisasikan KRL  Yogyakarta-Solo

KRL, ilustrasi (AntaraTV)

Yogyakarta (Antara Jogja) - PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta terus melakukan berbagai persiapan untuk merealisasikan kereta rel listrik yang melayani rute Yogyakarta-Solo.

"Secara umum, kami sudah siap menjalankan kereta rel listrik (KRL). Berbagai persiapan yang dilakukan di antaranya belajar mengenai pengelolaan KRL Jabodetabek dan perawatannya," kata Executive Vice President (EVP) PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta Wiwik Widayanti di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, pihaknya tinggal menunggu kelengkapan sarana dan prasarana pendukung operasional KRL, khususnya elektrifikasi untuk jalur kereta sepanjang Yogyakarta hingga Solo.

"Ketersediaan listrik saluran atas menjadi bagian sangat penting dalam operasional KRL," katanya.

Ia berharap, Kementerian Perhubungan bisa segera merealisasikan infrastruktur tersebut sehingga KRL Yogyakarta-Solo bisa beroperasi dalam dua tahun mendatang. "Harapannya seperti itu," katanya.

Selain kebutuhan listrik saluran atas, operasinal KRL juga membutuhkan dukungan infrastruktur lain seperti depo khusus untuk KRL karena kereta tersebut berbeda dengan kereta yang selama ini dioperasionalkan di Daerah Operasi VI Yogyakarta.

"Kami akan terus tindak lanjuti rencana ini dengan berkoordinasi lebih intensif dengan Kementerian Perhubungan termasuk jenis kereta yang akan dioperasionalkan. Apakah sama dengan Jabodetabek atau berbeda," katanya.

Selama ini, arus penumpang rute Yogyakarta-Solo dilayani oleh kereta komuter Prambanan Ekspres yang masuk dalam kategori kereta diesel, serta kereta lain seperti Sriwedari, Joglokerto Ekspres dan kereta Madiun Jaya.

Total penumpang kereta komuter rute Solo-Yogyakarta hingga Kutoarjo mencapai sekitar 7.000 orang per hari.

Sedangkan EVP Balai Yasa Eko Purwanto mengatakan, KRL memiliki kelebihan dalam hal akselerasi dibanding kereta bermesin diesel yang menjadi andalan Daop VI untuk kereta komuter.

"Kereta diesel membutuhkan waktu untuk memanaskan mesin sehingga tidak bisa langsung dijalankan. Sedangkan KRL yang mengandalkan listrik akan langsung bisa dijalankan begitu ada aliran listrik yang masuk," katanya.

Berbagai kelebihan tersebut, lanjut dia, bisa lebih menjamin ketepatan waktu kereta tiba di stasiun. 

(E013)


Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar