Bupati: pesatnya TI ibarat pisau bermata dua

id teknologi informasi

Bupati: pesatnya TI ibarat pisau bermata dua

Ilustrasi (Foto antaranews.com)

Sleman, (Antara Jogja) - Penjabat Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Gatot Saptadi, menilai pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat pisau bermata dua.

"Satu sisi memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk peningkatan kapasitas pengetahuan. Namun, sisi lain membawa dampak negatif," kata Gatot Saptadi di Sleman, Rabu.

Menurut dia, informasi bersifat destruktif mulai dari pornografi, narkoba, pergaulan bebas, radikalisme, dan terorisme masuk dengan mudahnya tanpa dapat dibendung.

"Kemudian lahirlah generasi baru yang memiliki pola pikir serba cepat, serba instan, lintas batas, cenderung individualistik, dan pragmatik," katanya.

Ia mengatakan, keprihatinan ke dua terkait fenomena pengelolaan sumber daya alam yang belum sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan.

"Sebagai negara tropis, Indonesia menjadi tumpuan dunia untuk menjaga keseimbangan iklim. Namun, kita justru menjadi negara yang menyumbang polusi terbesar di kawasan Asia Tenggara melalui kabut asap. Kita sendiri sudah merasakan dampak kesehatan yang juga berimbas pada �perekonomian akibat sistem transportasi yang tidak bisa berjalan dengan baik," katanya.

Gatot mengatakan, salah satu ikrar penting dalam Sumpah Pemuda 1928 adalah "Satu Tanah Air, Tanah Air Indonesia. Poin ini memberikan tekanan yang sangat kuat kepada para pemuda akan pentingnya menjaga tanah dan air sebagai bagian penting dari komponen bumi yang dipijak ini demi keberlangsungan masa depan generasi penerus.

"Melalui tema Sumpah Pemuda satu bumi, kami mengajak Pemuda Indonesia untuk menjadi generasi yang bertanggung jawab," katanya.

Ia mengatakan, hanya dengan menjaga dan merawatnya, kita bisa menjaga keberlangsungan bumi hingga masa yang akan datang seiring dengan pembangunan peradaban.

"Melalui Revolusi Mental Pemuda kita berharap lahir generasi muda Indonesia yang tangguh, berkarakter, mandiri dan rela berjuang untuk kepentingan bangsa dan negaranya. Rela berkorban menanggalkan ego sukunya, ego agamanya, ego kedaerahannya, ego kelompoknya dan ego pribadinya demi kepentingan yang lebih besar yaitu Indonesia," katanya.***4***

(V001)

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar