Kebun plasma nutfah pisang siapkan penataan koleksi

id pisang

Kebun plasma nutfah pisang siapkan penataan koleksi

Ilustrasi (antaranews.com)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Kebun Plasma Nutfah Pisang milik Pemerintah Kota Yogyakarta bersiap melakukan penataan koleksi berdasarkan jenis pisang agar kondisi kebun tertata lebih rapi dan pengunjung bisa memperoleh informasi lebih mudah.

"Kultivar pisang koleksi kebun terbagi menjadi pisang hias dan konsumsi. Pada saat ini, koleksi kultivar pisang masih ditanam secara bersama-sama, belum ada pemisahan blok yang jelas," kata Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kota Yogyakarta Imam Nurwahid di Yogyakarta, Sabtu.

Imam mengatakan sudah menyiapkan satu petak blok yang akan digunakan untuk mengawali proses pemisahan jenis pisang, yaitu untuk mengelompokkan pisang hias koleksi kebun.

Sejumlah pisang hias tersebut di antaranya adalah Pisang Songgo Buwono yang menjadi salah satu koleksi unggulan kebun. Jenis pisang tersebut memiliki bunga yang unik karena terus tumbuh ke atas, tidak ke bawah seperti pisang lainnya. Warna pisang pun tidak hijau atau kuning melainkan ungu.

"Ada juga heliconia. Biasanya, tanaman ini digunakan sebagai tanaman hias tetapi sebenarnya tergolong pisang," katanya.

Ia menambahkan pengelompokan jenis pisang tersebut juga dilakukan karena Kebun Plasma Nutfah Pisang akan dikembangkan sebagai Agrowisata. "Potensinya cukup besar. Sejak awal tahun, kebun ramai dikunjungi siswa sekolah. Sudah ratusan yang datang," kata Imam.

Selain pembagian blok kebun berdasarkan jenis pisang hias dan konsumsi, juga akan dilakukan pembagian blok untuk kebun produksi dan edukasi. "Saat ini, jika ada siswa yang datang, mereka kami ajari menanam pohon pisang. Biasanya kami pilihkan lokasi yang masih kosong. Bukan di blok khusus," katanya.

Untuk kebun produksi, Imam mengatakan bahwa Kebun Plasma Nutfah Pisang juga memiliki target penjualan produk, seperti tunas pisang dan produk pertanian lainnya.

Namun demikian, lanjut dia, proses penataan dan pengembangan Kebun Plasma Nutfah Pisang tersebut terkendala jumlah sumber daya manusia yang bekerja di kebun. "Hanya ada tiga orang pemelihara kebun," katanya.

Ketiga petugas pemelihara tersebut, lanjut dia, bekerja melakukan pembersihan kebun, pemangkasan dun pisang yang sudah kering, pemupukan dan pemeliharaan kondisi tanah.

"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Dibutuhkan dukungan dari pemerintah untuk bisa mengembangkan kebun ini agar lebih baik lagi karena potensinya sangat besar," katanya.

Kebun Plasma Nutfah Pisang Yogyakarta seluas dua hektare tersebut memiliki koleksi 346 kultivar pisang dan diklaim sebagai kebun plasma pisang terluas se-Asia Tenggara. (E013)
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar