TNI-BIN diminta turut antisipasi penyerangan pemuka agama

id bambang soesatyo

Bambang Soesatyo, dok (Foto Antara)

Jakarta (Antaranews Jogja) - TNI dan BIN diminta turut mengantisipasi potensi peningkatan ancaman gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), menyusul adanya penyerangan terhadap beberapa tokoh agama.

"Komisi I DPR perlu mendorong TNI dan BIN untuk mengantisipasi situasi keamanan dan ketertiban dalam kehidupan masyarakat," kata Bambang Soesatyo melalui pernyataan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin.

Bamsoet, panggilan akrab Bambang Soesatyo, mengatakan hal itu menyikapi adanya penyerangan terhadap empat tokoh agama, dalam dua pekan terakhir.

Pemuka agama yang diserang adalah, pertama, Pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Umar Basri alias Mamak Santiong yang diserang dan dianiaya usai shalat subuh di masjid, pada 27 Januari 2018.

Kedua, Komando Brigade PP Persis Ustadz Prawoto juga dianiaya, pada 1 Februari lalu di Bandung. Naas, Ustadz Prawoto akhirnya meninggal dunia.
 
Kemudian, Bikshu Mulyanto Nurhalim asal Desa Babat, Tangerang, Banten, juga menghadapi serangan dari beberapa orang.

Nurhalim dipaksa menandatangani surat perjanjian agar tidak melakukan kegiatan peribadatan di desanya sendiri.

Kejadian terbaru, seorang pemuda menyerang jemaat yang sedang beribadah di Gereja St. Lidwina, Gamping, Sleman, Yogyakarta, Minggu (11/2) pagi.

Menurut Bamsoet, insiden penyerangan yang telah menyebabkan korban mengalami luka-luka dan bahkan meninggal dunia, tentu mengundang keprihatinan.

Politisi Partai Golkar itu juga mengimbau lembaga terakit turut mengantisipasi agar insiden serupa tak terjadi lagi.

Bamsoet juga meminta Komisi III DPR yang merupakan mitra Polri untuk mendorong Polri segera mengusut tuntas berbagai kasus penyerangan terhadap pemuka agama.

"Sekaligus membongkar motif dan latar belakangnya, mengingat kejadian tersebut meresahkan masyarakat dan berpotensi memicu perpecahan antarumat beragama," tegas dia.

Bamsoet juga mengimbau semua lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan menahan diri, tidak terpancing upaya provokasi SARA.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar