FKUB Sleman bergotong royong membersihkan Gereja Lidwina

id Lidwina,Gereja

Gereja Santa Lidwina Bedok, Jalan Jambon, Trihanggo, Gamping, Kabupaten Sleman. (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto) (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto/)

Sleman (Antaranews Jogja) - Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin, bergotong royong membersihkan Gereja Santa Lidwina pascainsiden penyerangan pada Minggu (11/2).

Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sleman yang terdiri atas tokoh dan ormas keagamaan berotong royong bersih-bersih di dalam ruangan gereja.

Kegiatan ini diawali dengan apel yang dipimpin Bupati Sleman Sri Purnomo.

Ketua Dewan Stasi Gereja Santa Lidwina Soekatno mengatakan kegiatan gotong royong diikuti kurang lebih 120 orang dari unsur warga dan berbagai ormas di Kecamatan Gamping. "Ada dari Pemuda Muhammadiyah, NU, Aisyiah, dan MUI," katanya.

Menurut dia, melalui kegiatan gotong royong bersih-bersih ini diharapkan dapat memberikan dukungan moral pada umat di Bedog pascainsiden.

"Kami bersama umat Gereja Lidwina sangat membuka tangan untuk menerima bantuan dalam bentuk apa pun dari ormas maupun warga yang ada di Gamping untuk bersama-samat menurunkan ketegangan umat. Dengan adanya kebersamaan ini umat merasa nyaman dan menunjukkan bahwa kami tidak sendiri," katanya.

Bupati Sleman Sri Purnomo menyampaikan bahwa pelaku penyerangan bukan warga daerah ini. Seluruh jajaran Pemeritah Kabupaten Sleman bersama warga menolak dan mengutuk aksi radikalisme tersebut.

"Melalui kegiatan bersama FKUB ini kami ingin menunjukkan kepada masyarakat Indonesia bahwa Sleman itu sebenarnya damai dan tertib, kita menolak aksi radikal seperti yang terjadi pada hari Minggu (11/2) lalu," katanya.

Sri Purnomo mengingatkan kepada masyarakat khususnya warga Sleman untuk terus merapatkan barisan dan cerdas dalam memilah informasi atau berita agar masyarakat tidak berspekulasi maupun terprovokasi dengan kejadian tersebut.

"Mari kita merapatkan barisan agar tidak mudah terpancing isu-isu yang dapat memperkeruh suasana," katanya.

Aktivitas bersih-bersih ini menurut rencana berlangsung hingga Kamis (15/2) agar Jumat (16/2) dapat digunakan kembali untuk kegiatan keagamaan.

Kegiatan bersih-bersih ini meliputi pembersihan lingkungan gereja, pengecatan ulang dinding gereja, dan perbaikan barang-barang.



(U.V001)
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar