Kemendagri : indonesia menuju satu nomor identitas

id satu nomor identitas,single identity number

Kementerian Dalam Negeri (Foto kemendagri.go.id)

Bantul (Antaranews Jogja) - Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri(Kemendagri), Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan sistem untuk menuju satu nomor identitas (single identity number-SIN).

"Kita tahu, bahwa Indonesia menuju SIN, satu nomor untuk semua keperluan, itu sebenarnya bukan suatu hal baru," katanya di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu.?

?Menurut dia, sampai saat ini sudah ada sebanyak 1.170 lembaga pelayanan publik di seluruh Indonesia yang menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk mengidentifikasi bisnis atau kegiatan usaha di masing-masing lembaga tersebut.

Lembaga itu, diantaranya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Kepolisian RI (Polri) dan berbagai lembaga perbankan dan badan usaha milik negara serta ratusan klinik itu identitas warga diakses dari Dukcapil Kemendagri.?

"Sudah banyak sekali, ratusan juta kali NIK diakses, bahkan data kita terkait dengan siswa itu kurang lebih sekitar 60 juta siswa mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK), SD (sekolah dasar), SMP hingga SMA," katanya.?

Oleh karena itu, menurut Zudan, ke depan pemerintah tidak memerlukan lagi nomor induk-nomor induk yang lain, karena hanya menggunakan satu NIK untuk identitas yang akan diterapkan terhadap ratusan juta penduduk Indonesia secara bertahap.?

"Tidak akan ada keguncangan karena bisa ditempelkan NIK dan nomor induk siswa, bertahap. Seperti kita dulu kalau ada nama jalan yang berubah kan nomor lama ditempeli nomor baru, bertahap," katanya.?

"Jadi kita menggunakan pendekatan kebijakan. Jadi kebijakan yang kita perbaharui secara bertahap, tidak perlu ada yang khawatir. Dan NIK itu diberikan kepada warga sejak bayi lahir," tandas Zudan.
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar