Polbangtan Yogyakarta-Magelang dukung pengembangan jagung di Gunung Kidul

id Panen raya jagung

Polbangtan Yogyakarta-Magelang dukung pengembangan jagung di Gunung Kidul

Acara panen raya perdana jagung hibrida seluas 341 hektare di Desa Getas, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, DIY, dihadiri Gunawan Yulianto mewakili  Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian  Yogyakarta-Magelang, mendampingi Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPSDMP yang diwakili Vitri Aryanti, dan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Sumarjo Gatot Irianto bersama Bupati Gunung Kidul Badingah.  (Foto ANTARA/Mamiek)

Gunung Kidul  (Antaranews Jogja) - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang mendukung pengembangan komoditas jagung di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
     
Data dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, pada 2019 ini, luas tanam jagung diperkirakan mencapai 46.674 hektare dengan produktivitas mencapai 4,6 ton hingga 4,9 ton per hektare jagung pipil kering.
    
"Kabupaten Gunung Kidul semakin eksis sebagai penghasil jagung terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Terbukti saat ini, Kabupaten Gunung Kidul sedang menikmati jerih payah memasuki musim panen jagung," kata Gunawan Yulianto mewakili Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogya-Magelang dalam acara panen raya jagung di Desa Getas, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Senin.
   
 Di Kecamatan Playen, luas tanam jagung mencapai 2.726 hektare, seluas 341 hektare ada di Desa Getas.
     
"Kami siap membantu pemerintah dalam mengembangkan sektor pertanian, seperti jagung. Kami yakin, produksi jagung Gunung Kidul semakin banyak bila diikuti dengan penggunaan teknologi," katanya.
    
Acara panen raya perdana jagung hibrida seluas 341 hektare di Desa Getas, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, DIY, dihadiri Gunawan Yulianto mewakili  Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian  Yogyakarta-Magelang, mendampingi Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPSDMP yang diwakili Vitri Aryanti, dan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Sumarjo Gatot Irianto bersama Bupati Gunung Kidul Badingah. 
     
Pada kesempatan tersebut, Bupati Gunung Kidul Badingah menyampaikan bahwa  panen jagung tahun ini di Gunung Kidul lebih bagus dari tahun sebelumnya. Tingginya produksi jagung di Gunung Kidul tidak terlepas dari jerih payah para kelompok tani dalam memproduksi jagung hingga mencapai sekitar 4,6 ton hingga 4.9 ton per hektare.
     
"Kami optimistis bahwa produksi jagung tahun ini akan meningkat dibandingkan tahun lalu, namun harga jagung harus dipertahankan stabil," kata Badingah.
    
Saat ini, harga jagung di tingkat petani hanya mencapai Rp3.500 per kg. Harga ini cukup bagus, sehingga perlu dipertahankan.
    
"Jangan sampai harga jagung anjlok saat panen raya. Kami berharap pemerintah ikut menstabilkan harga jagung supaya kesejahteraan petani meningkat," harapnya.
    
Badingah juga berharap Kementerian Pertanian memberikan bantuan untuk pembangunan jalan usaha tani. Saat ini, infrastruktur pertanian di Gunung Kidul belum bagus.
    
"Infrastruktur jalan menuju lahan pertanian juga perlu diperbaiki. Kami berharap ada bantuan," katanya.
     
Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Gatot Irianto mengatakan produktivitas dan produksi Pajale termasuk jagung. Bantuan benih, saprodi dan alsintan terus digelontorkan oleh Kementerian Pertanian dalam upaya menjaga produksi pajale bahkan penaganan jagung bukan hanya sebagai pakan ternak tetapi masuk ke produk Industri lebih luas.
    
Dalam kesempatan itu Dirjen juga berhasil negosiasi dengan pihak Bisi untuk membeli dengan harga dari Rp3.500 menjadi Rp3.650 per kg.
     
"Kami berharap tingginya harga jagung di tingkat petani dapat dipertahankan, sehingga ekonomi petani meningkat dan ke depan petani bersemangat menanam jagung kembali," harap Gatot. 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar