Menag tingkatkan sarana KUA seluruh Indonesia

id Menag Lukman,kua,pusaka sakinah

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kabupaten Bantul, DIY (ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin mengatakan kementeriannya akan meningkatkan sarana dan prasarana Kantor Urusan Agama yang ada di hampir seluruh kecamatan se-Indonesia guna mengoptimalkan pelayanan kepada keluarga dan masyarakat.

"KUA sebagai unit kepanjangan tangan dari Kemenag yang terdepan dan secara langsung berhubungan dengan masyarakat di tingkat kecamatan, Kemenag tidak hanya semata membangun sarana prasarana tapi juga membangun fisiknya," kata Menag di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis.

Hal itu dikatakan Menag dalam pidatonya pada acara peluncuran Pusat Pelayanan Keluarga (Pusaka) Sakinah, Gerakan Moderasi Beragama Berbasis Keluarga dan Kampung Zakat Wakaf dalam Rangka Membangun Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045.

Menag mengatakan, KUA sekarang ini jumlahnya sebanyak 5.945 unit yang tersebar di hampir semua kecamatan yang ada di Tanah Air, karena Kemenag masih terus berupaya untuk mewujudkan pembangunan KUA-KUA di sejumlah kecamatan yang belum memiliki unit tersebut.

Menurut Menag, keberadaan KUA termasuk sarana dan prasarana yang memadai sangat penting karena selain berfungsi melayani urusan keagamaan masyarakat sekitar, KUA juga diproyeksikan sebagai tempat untuk pengembangan manasik haji maupun pembekalan kepada calon jamaah haji.

"Karena haji kita juga sebuah program yang tidak berkesudahan dari waktu ke waktu, dari tahun ke tahun terus selalu ada dan karenanya juga kita ingin meningkatkan kualitas jamaah haji kita, maka pembekalan manasik haji perlu difasilitasi dengan sarana dan prasarana yang cukup," kata Menag.

Bahkan, lanjut Menag Lukman, yang tidak kalah pentingnya adalah dalam membekali pasangan-pasangan muda, generasi muda Indonesia yang mempunyai keinginan membangun rumah tangga, sehingga mereka pun juga perlu dibekali dengan modal yang cukup.

"Karenanya bimbingan perkawinan, pendidikan pranikah dan hal terkait dengan pembekalan ketika akan melangsungkan pernikahan pun juga memerlukan sarana dan prasarana yang baik. Dan itu dilakukan di KUA-KUA kita yang tersebar di hampir semua kecamatan di Indonesia," katanya.

Oleh karena itu, lanjut Menag, selain sarana dan prasarana KUA, para kepala KUA dan penghulu juga terus diupayakan meningkat kualitas yang tidak hanya pemahamannya tentang urusan keagamaan dan keluarga, tetapi kemampuan dalam melayani dan memfasilitasi masyarakat.

"Dan tentu bisa memberikan program yang betul-betul mampu menjawab harapan masyarakat sekitar, apalagi ekspektasi dan harapan masyarakat itu dari waktu ke waktu semakin tinggi kepada Kementerian Agama, oleh karenanya ke depan kita akan menghadapi tantangan yang tidak semakin sederhana," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar