Belasan Sekolah Tiga Bahasa mengikuti Porseni I Perstibi di Yogyakarta

id Porseni Perstibi,Porseni I Perstebi,Porseni sekolah tiga bahasa,Porseni I Perstebi di Yogyakarta

Belasan Sekolah Tiga Bahasa mengikuti Porseni I Perstibi di Yogyakarta

Pembukaan Porseni Perstibi I di Sleman, Yogyakarta. Foto Antara/HO/Humas Porseni Perstibi

Sleman (ANTARA) - Sebanyak 15 sekolah mengikuti Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Perkumpulan Sekolah Tiga Bahasa (Perstibi) yang berlangsung di Yogyakarta, 31 Oktober hingga 3 November 2019 dengan tuan rumah Sekolah Budi Utama Yogakarta.

"Tema Porseni Perstibi yakni Persahabatan Mengukir Prestasi," kata Humas Porseni Perstibi Eunike Martanti di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, Perstibi merupakan perkumpulan sekolah tiga Bahasa se Indonesia yang berdiri sejak tahun 2015.

"Melalui tema persahabatan mengukir prestasi, para siswa dari sekolah-sekolah tersebut di seluruh Indonesia menggali berbagai potensi melalui kompetisi dalam bidang olahraga, seni, dan Bahasa," katanya.

Ia mengatakan, mereka diajak untuk berkompetisi dengan sikap sportif dan membentuk karakter yang baik dalam berkompetisi.

"Para siswa diajak untuk menghargai proses yang telah mereka lewati," katanya.

Enike mengatakan, dalam Porseni Perstibi I ini mempertandingkan cabang olahraga Basket, Wushu, Tenis Meja dan "Xiangqi" (Chinese Chess).

"Sedangkan untuk lomba bahasa meliputi Debat Bahasa Indonesia, Debat Bahasa Inggris dan Debat Bahasa Mandarin," katanya.

Ia mengatakan, melalui para juri dan wasit yang berkualitas dan bersertifikasi, maka semua kegiatan ini bekerja sama
dengan organisasi yang membawahi cabang olahraga tersebut seperti Perbasi DIY, PTMSI DIY, PEXI JATENG, SWI Sinduadi dan Penda Wushu DIY serta Jogja Debating Forum.

"Porseni Perstibi ini baru pertama kali diadakan dan sebagai tuan rumah yang pertama ini adalah Sekolah Budi Utama Yogyakarta," katanya.

Upacara pembukaan dilaksanakan pada 31 Oktober 2019 dimana seluruh peserta dari sekolah nasional tiga bahasa mulai dari siswa yang berlomba, official, dan orang tua hadir.

Masing-masing sekolah juga menampilkan kesenian yang sudah dipersiapkan mulai dari tari kipas, wushu, tari mandarin, nyanyian, story telling, hinggga shufa yang merupakan kaligrafi Tiongkok.

"Tercatat peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 500 siswa. Mereka antusias mengikuti acara ini," katanya.

Ia mengatakan, penyelnggaraan Porseni ini akan dilakukan tiap dua tahun sekali dengan bergilir tempat penyelenggaraannya.

Sekolah-sekolah yang mengikuti Porseni Perstibi yakni Budi Utama (Yogyakarta), Bina Widya (Solo), Bintang Mulia (Bandung), Trimulia (Bandung), Bukit Mulia (Jakarta), Citra Cemara (Bandung), Jembatan Budaya (Bali).

Kemudian Little Sun (Surabaya), Nusa Putera (Semarang), Pah Tsung (Jakarta), Pa Hoa (Tangerang), Putera Harapan (Purwokerto), Singapore International School (Semarang), Tunas Harum Bangsa (Semarang) dan Xin Zhong (Surabaya).
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar