Djenar Maesa Ayu: skenario film "Mangkujiwo" menyerupai prosa

id djenar maesa ayu,mangkujiwo,kuntilanak

Djenar Maesa Ayu: skenario film "Mangkujiwo" menyerupai prosa

Djenar Maesa Ayu sebagai Nyi Kenanga di film horor "Mangkujiwo" (instagram/kuntilanakfilm)

Jakarta (ANTARA) - Aktris Djenar Maesa Ayu berpendapat dialog-dialognya dalam film horor "Mangkujiwo" arahan sutradara Azhar Kinoi Lubis tak terasa seperti kalimat biasa, melainkan prosa yang indah.

"Kayak baca prosa karena deskripsinya indah, kalimatnya panjang-panjang," ujar Djenar dalam konferensi pers "Mangkujiwo", Jakarta, Jumat (24/1).

Penulis buku "Mereka Bilang, Saya Monyet!" berperan sebagai Nyi Kenanga, perempuan yang disebut juga Mbah Putri karena punya posisi sebagai Nyi Lurah Loji Pusaka di dalam keraton.

Sosok Nyi Kenanga yang misterius menimbulkan pertanyaan, di sisi mana dia berpihak.

Porsi Djenar di film "Mangkujiwo" jauh lebih besar ketimbang peran yang dia dapatkan di film arahan Kinoi sebelumnya, "Kafir: Bersekutu dengan Setan".

"Di 'Kafir' dapat peran cuma sekali lewat," seloroh Djenar yang kala itu berperan sebagai dokter di rumah sakit.

“Mangkujiwo” mengusung genre horor-thriller mengenai awal mula lahirnya kuntilanak. Kanthi (Asmara Abigail) adalah perempuan biasa yang jadi korban perseteruan Brotoseno (Sudjiwo Tedjo) dan Cokrokusumo (Roy Marten) dalam memperebutkan pengaruh dan kekuasaan atas Loji Pusaka.

Perebutan itu membuat Brotoseno terpaksa melepas jabatannya karena difitnah oleh Cokrokusumo. Broto merencanakan balas dendam melalui bayi yang dikandung Kanthi, hasil hubungan gelap dengan Cokrokusumo.

Kanthi hidup menderita. Dia dipasung karena difitnah sebagai perempuan yang mengandung anak setan. Selama pemasungan, Kanthi dipaksa melewati proses yang membuatnya menjadi kuntilanak.

“Mangkujiwo” dibintangi juga oleh Yasamin Jasem, Karina Suwandi, Djenar Maesa Ayu, Septian Dwi Cahyo dan Samuel Rizal. Film ini akan tayang mulai 30 Januari 2020.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2024