Heroe: Antrean cetak KTP-el di GISA Yogyakarta membeludak

id GISA,e-KTP, cetak, antrean

Heroe: Antrean cetak KTP-el di GISA Yogyakarta membeludak

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta Sisruwadi memberikan penjelasan kepada warga terkait dengan proses cetak KTP-el di GISA. ANTARA/Eka A.R.

Yogyakarta (ANTARA) - Antrean warga yang ingin mencetak kartu tanda penduduk elektronik pada kegiatan Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) di Kota Yogyakarta membeludak, bahkan beberapa warga sempat melayangkan keluhan atas layanan tersebut.

“Layanan di GISA yang dibuka di kompleks Balai Kota Yogyakarta ini tidak hanya bisa diakses oleh warga Kota Yogyakarta, tetapi melayani warga kabupaten lain, bahkan seluruh Indonesia,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Kamis.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat yang sudah memiliki surat keterangan dapat mengajukan permohonan pencetakan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) secara gratis.

Selain itu, warga juga bisa mengakses layanan perekaman data kependudukan untuk penerbitan KTP-el dan layanan pencetakan kartu identitas anak (KIA).

Seluruh warga yang ingin memperoleh layanan diwajibkan melakukan pendaftaran secara daring (online) melalui laman gisa.jogjaprov.go.id. Meski demikian, masih ada beberapa warga yang datang ke lokasi layanan GISA tanpa mengetahui ketentuan tersebut.

Warga tetap dapat mengakses layanan dengan terlebih dahulu melakukan pendaftaran secara daring yang sudah disediakan di lokasi GISA.

Heroe berharap antusiasme warga yang cukup tinggi, khususnya untuk layanan pencetakan KTP-el dapat diimbangi dengan ketersediaan blangko yang mencukupi. Pada kegiatan yang akan digelar selama 2 hari, 20—21 Februari, disediakan 2.000 keping blangko KTP-el.

Jumlah blangko yang disiapkan tersebut disesuaikan dengan kemampuan mesin cetak KTP-el, yaitu maksimal 750 keping per hari.

Adapun jumlah warga Kota Yogyakarta yang belum melakukan perekaman data kependudukan untuk keperluan cetak KTP-el diperkirakan mencapai 2.000 orang dari 315.000 jiwa penduduk wajib ber-KTP.

“Kami sudah melakukan berbagai upaya untuk mencari warga yang belum melakukan perekaman data kependudukan agar tidak ada lagi warga yang tidak memiliki KTP-el. Akan tetapi, mereka sulit dicari,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta Sisruwadi mengatakan bahwa antusiasme warga pemegang surat keterangan untuk melakukan pencetakan KTP-el sangat tinggi.

“Kami juga sempat mengalami kesulitan memverifikasi data kependudukan karena sistem untuk masuk server pusat terganggu,” katanya.

Tumpukan surat keterangan warga yang jumlahnya ratusan pun dibawa ke Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang masih berada di kompleks Balai Kota Yogyakarta untuk verifikasi dan pencetakan karena sistemnya mampu mengakses server dengan lebih cepat.

Warga Kecamatan Umbulharjo Andri Purwadi mengaku kesulitan untuk mengetahui alur layanan pencetakan KTP-el.

“Tidak diberikan tanda-tanda atau arahan yang jelas untuk alur proses cetak KTP-el bagi pemegang surat keterangan. Akibatnya, antrean pun menumpuk seperti ini,” kata pemegang surat keterangan ini sejak akhir Oktober 2019.

Ia mendapat arahan dari kecamatan untuk datang ke kompleks Balai Kota Yogyakarta, kemudian mencetak KTP-el saat acara GISA dengan terlebih dah0ulu melakukan pendaftaran daring.

“Dari kecamatan diarahkan seperti itu. Sebelumnya, saya juga pernah mencoba melakukan cetak KTP-el di kecamatan. Akan tetapi, ada saja alasan yang disampaikan, seperti blangko habis, listrik mati, dan alat cetak tidak berfungsi,” katanya yang mendapat antrean dengan nomor urut 122 itu.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar