Jalan inspeksi Selokan Mataram di Sleman timur banyak yang berlubang

id Selokan Mataram,Jalan inspeksi,Kabupaten Sleman,Camat Kalasan,Sleman

Jalan inspeksi Selokan Mataram di Sleman timur banyak yang berlubang

Sejumlah petani membersihkan sampah di Selokan Mataram, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (21/2/2020). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/ama.

jalan inspeksi yang rusak dan banyak lubang tersebut mulai dari perbatasan dengan Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok hingga Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan.
Sleman (ANTARA) - Jalan inspeksi Selokan Mataram di Sleman timur di Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, banyak yang berlubang dan digenangi air pada musim hujan ini sehingga membahayakan pengguna jalan yang memanfaatkan jalan untuk pemantauan aliran Selokan Mataram tersebut.

"Memang banyak masyarakat pengguna jalan yang memanfaatkan jalan inspeksi tersebut untuk mempersingkat jarak dan menghindari kemacetan, namun saat ini kondisinya rusak dan banyak lubang," kata Dhimas, warga Purwomartani, Kalasan di Sleman, Rabu.

Menurut dia, jalan inspeksi yang rusak dan banyak lubang tersebut mulai dari perbatasan dengan Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok hingga Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan.

"Apalagi sekarang banyak mobil yang memaksa lewat jalan Selokan Mataram untuk menghindari macet di Jalan Solo, kondisi ini sering menimbulkan keruwetan karena jalan sempit dan juga semakin memperparah kerusakan jalan," katanya.

Baca juga: Wakapolres sebut kegiatan susur sungai SMPN 1 Turi minim persiapan

Camat Kalasan Siti Anggraeni mengatakan jika beberapa waktu lalu pihaknya sudah mengkomunikasikan ihwal tersebut.

"Namun jalan yang berada di tepi Selokan Mataram tersebut sebenarnya bukan diperuntukkan untuk jalan umum. Kami sudah komunikasikan dengan pihak UPT Selokan Mataram di bawah supervisi Balai Besar Wilayah Serayu-Opak (BBWS SO). Jalan sebenarnya bukan jalan umum, tetapi, merupakan jalan inspeksi bagi petugas UPT Selokan Mataram," katanya.

Menurut dia, memang pihaknya banyak menerima keluhan dari masyarakat terkait kondisi Jalan Inspeksi Selokan Mataram tersebut.

"Warga memilih jalan Selokan Mataram sebagai jalur alternatif karena beberapa ruas jalan besar sudah penuh atau macet. Seperti di jalan Solo padat dan sering macet, kemudian jalur Utara melalui Desa Selolartani juga sudah penuh, akhirnya warga memilih jalan Selokan Mataram," katanya.

Kepala UPT Selokan Mataram Wilayah Timur Sriyana mengatakan keberadaan jalan yang sebetulnya merupakan akses bagi petugas UPT Selokan Mataram untuk melakukan pemantauan tersebut memang banyak yang rusak.

"Kami sudah koordinasi dengan pusat yakni BBWSO, hasilnya tahun depan akan dilaksanakan perbaikan jalan, namun kondisional juga, kurang lebih perbaikannya hanya satu kilometer," katanya.

Baca juga: Penolong siswa SMPN 1 Turi yang hanyut merasa berat menerima penghargaan

Menurut dia, perbaikan jalan yang dilakukan BBWSO tahun depan di wilayah Timur mulai dari wilayah Kadirojo, Desa Purwomartani Kalasan, Sleman sampai ke Desa Maguwoharjo, Depok, Sleman.

"Memang terjadi pengalihan fungsi jalan inspeksi menjadi jalan umum bagi warga sebagai jalur alternatif," katanya.

Ia mengatakan, setelah perbaikan dilakukan pihaknya akan menambah atau memperbaiki portal yang ada di Selokan Mataram agar truk dengan muatan yang besar tidak lewat.

"Dulu sudah ada portal untuk menghalau truk agar tidak bisa masuk, truk truk memang suka melewati jalur Selokan Mataram walaupun tidak sering. Saat ini banyak portal yang kondisinya rusak," katanya.



 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar