Pertunjukan teater "Nyanyi Sunyi Revolusi" dapat disaksikan di YouTube

id Nyanyi sunyi revolusi,Pertunjukan teater

Pertunjukan teater "Nyanyi Sunyi Revolusi" dapat disaksikan di YouTube

Pertunjukan teater "Nyanyi Sunyi Revolusi" (ANTARA/Indonesia Kaya)

Pertunjukan ini merupakan kisah hidup dari penyair besar Amir Hamzah. Pertunjukan ini menggambarkan soal cerita cinta, perjuangan hidup serta keikutsertaannya dalam membentuk republik Indonesia.
Jakarta (ANTARA) - Setelah "Bunga Penutup Abad", penikmat seni dapat menyaksikan rekaman dari pertunjukan teater "Nyanyi Sunyi Revolusi" secara streaming di kanal YouTube IndonesiaKaya pada 2 dan 3 Mei 2020 pada pukul 14.00 WIB.

Pertunjukan ini merupakan kisah hidup dari penyair besar Amir Hamzah. Pertunjukan ini menggambarkan soal cerita cinta, perjuangan hidup serta keikutsertaannya dalam membentuk republik Indonesia.

"Kami harap melalui penayangan rekaman pertunjukan ini, penikmat seni lebih mengenal sosok Amir Hamzah dan terjadinya revolusi sosial yang menjadi catatan sejarah terbentuknya republik yang kita cintai ini," ujar Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renuta Adrian melalui keterangan resminya pada Kamis.

Baca juga: Tarian pentas "Citraresmi" bisa ditonton secara daring pekan ini

Pertunjukan "Nyanyi Sunyi Revolusi" yang ditayangkan ini, merupakan rekaman dari pementasan pada 2 dan 3 Februari 2019 di Gedung Kesenian Jakarta. Amir Hamzah merupakan salah satu keluarga bangsawan Melayu Kesultanan Langkat, sebuah kerajaan yang pada masa Hindia Belanda terletak di Sumatera Timur.

Lewat kumpulan puisinya "Nyanyi Sunyi" (1937) dan "Buah Rindu" (1941) memposisikan nama Amir Hamzah sedemikian penting dalam kesusastraan Indonesia. H. B. Jassin menyebutnya 'Raja Penyair Pujangga Baru'.

"Sudah lama saya jatuh hati pada sajak-sajak Amir Hamzah yang syahdu, penuh dengan kesenduan, tetapi juga dengan kuat mengungkapkan banyak lapisan baru dalam karya puisi pada zaman itu. Selain sebagai penyair, Amir Hamzah juga punya peran besar dalam lahirnya republik," kata produser Titimangsa Foundation, Happy Salma.

Naskah pementasan ini ditulis oleh Ahda Imran, penyair yang juga dikenal menulis sejumlah naskah panggung. Pementasan yang disutradarai oleh Iswadi Pratama dari Teater Satu Lampung ini menghadirkan para pemain yang sangat berdedikasi dan ingin terus menantang dirinya untuk berkembang dalam keaktorannya.

Baca juga: Teater Koma mundurkan jadwal pentas "Sampek Engtay"

Dari sisi pemain, "Nyanyi Sunyi Revolusi" didukung oleh Lukman Sardi sebagai Amir Hamzah dan Prisia Nasution sebagai Tengku Tahura.

Sebelum menyaksikan lakon "Nyanyi Sunyi Revolusi", penikmat seni juga dapat mengetahui lebih lanjut mengenai pementasan ini dengan Lukman Sardi melalui live chit-chat yang dapat disaksikan melalui akun Instagram @indonesia_kaya pada 1 Mei 2020 pukul 16.00 WIB.

 

Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar