Grab kembangkan "Mendobrak Sunyi" dukung komunitas penyandang disabilitas

id grab,disabilitas

Grab kembangkan "Mendobrak Sunyi" dukung komunitas penyandang disabilitas

Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi bersama mitra pengemudi tuli, mitra pengemudi GrabGerak, dan agen disabilitas GrabKios pada perayaan Hari DIsabilitas Internasional di Jakarta (HO-Grab Indonesia)

Yogyakarta (ANTARA) - Sebagai bagian dari komitmen GrabforGood di Indonesia, Grab mengembangkan program "Mendobrak Sunyi" untuk mendukung komunitas penyandang disabilitas dengan lebih dari 2.000 armada.

"Untuk merayakan Hari Disabilitas Internasional, Grab Indonesia, aplikasi serba bisa terkemuka di Indonesia, memperkenalkan inisiatif baru di bawah program 'Mendobrak Sunyi' yang telah diluncurkan pada September 2019," kata Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi. 

Menurut dia, program "Mendobrak Sunyi" itu untuk memberikan lebih banyak peluang pendapatan melalui GrabKios, meningkatkan materi pelatihan mitra pengemudi dan menghadirkan layanan GrabGerak di dua kota baru untuk mendukung komunitas penyandang disabilitas.

Sebagai bagian dari komitmen GrabforGood untuk membuat platform Grab lebih inklusif dan dapat diakses oleh semua orang, Grab menambahkan teks terjemahan (subtitles) pada materi video pendaftaran dan pelatihan bagi mitra pengemudi tuli.

Grab juga melatih tim layanan pelanggan Grab dengan kemampuan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) dasar untuk membantu mitra pengemudi tuli selama proses ini.

Selain itu juga meningkatkan kapasitas GrabKios untuk bisa merangkul lebih banyak lagi mitra dari komunitas disabilitas agar memiliki peluang penghasilan tambahan. 

Grab juga memperluas layanan GrabGerak, layanan transportasi untuk penumpang dengan kebutuhan mobilitas khusus ke Medan dan Semarang setelah sebelumnya tersedia di Jakarta dan Yogyakarta sejak 2018.

Untuk melengkapi inisiatif-inisiatif itu, Grab juga menjalin kerja sama dengan Jangkau, sebuah platform online nirlaba yang mengumpulkan dana untuk membantu memenuhi kebutuhan aksesibilitas manula dan anak-anak yang memerlukan dan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), sebuah organisasi yang memayungi beragam asosiasi sosial disabilitas di Indonesia.

"Kami percaya bahwa setiap orang harus memiliki akses yang sama untuk mendapatkan peluang terlepas dari latar belakang atau kemampuan mereka. Setelah meluncurkan program 'Mendobrak Sunyi' September lalu, kami juga ingin melayani komunitas disabilitas lain, selain komunitas teman tuli," katanya.

"Hal itu telah membuka mata kami pada kenyataan pahit bahwa terdapat banyak tantangan yang nyata bagi para penyandang disabilitas di Indonesia, untuk mencari peluang mendapatkan penghasilan," kata Neneng Goenadi.

Tentu saja hal itu bukan disebabkan oleh kurangnya upaya atau keinginan mereka untuk menciptakan masa depan yang lebih baik untuk diri mereka sendiri dan keluarga mereka.

"Di Grab, kami berkomitmen menjadi platform yang inklusif. Oleh karena itu, kami akan terus berdialog dan berkolaborasi dengan Gerkatin sebagai mitra asosiasi teman tuli nasional kami selama proses peluncuran pada September lalu, dan sekarang dengan PPDI dan Jangkau, untuk memahami dan membangun solusi yang dapat melayani kebutuhan para teman Tuli dan komunitas disabilitas lainnya dengan lebih baik," kata Neneng.

Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Gufroni Sakaril mengatakan urangnya kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mandiri secara ekonomi merupakan masalah masih dihadapi di Indonesia.

Para penyandang disabilitas masih kesulitan dalam memasuki dunia kerja karena kurangnya materi komunikasi non-verbal untuk penyandang disabilitas sensorik rungu, tidak adanya akses mobilitas yang memadai di banyak fasilitas umum dan transportasi publik, serta terbatasnya kesempatan kerja yang inklusif.

"Kami mengapresiasi Grab yang telah merangkul penyandang disabilitas ke dalam platform mereka dengan berbagai kesempatan bergabung sebagai mitra, dan dengan mendukung upaya kami melalui kampanye donasi di GrabRewards. Kami percaya ini adalah langkah penting bagi Indonesia untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif dan toleran," kata Gufroni.

Sekretaris Umum Yayasan BTP, yang menjadi badan pengelola Jangkau, Rudolf P Nainggolan mengatakan sangat senang dan merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan Grab untuk program ini.

Kemitraan ini akan membantunya dalam menyediakan aksesibilitas yang diperlukan dan kebutuhan mobilitas para komunitas penyandang disabilitas di seluruh Indonesia, terutama bagi mereka yang tidak mampu membelinya.

"Kami berterima kasih kepada organisasi seperti Grab yang peduli dengan komunitas penyandang disabilitas dan menemukan cara untuk mengintegrasikan mereka ke dalam masyarakat yang lebih luas," kata Rudolf.

Suwarto, mitra pengemudi GrabGerak Yogyakarta mengatakan dirinya telah menjadi mitra pengemudi GrabGerak selama satu tahun dan sangat terinspirasi setiap kali mendapatkan penumpang penyandang disabilitas.

Tekad dan semangat mereka selalu memotivasi Suwarto untuk menjadi orang yang lebih baik dan terus membantu dalam mempermudah kehidupan sehari-hari mereka dan kebutuhan aksesibilitas mereka kapanpun dirinya bisa.

Sebagai mitra pengemudi GrabGerak, Suwarto telah mengikuti pelatihan tambahan tentang cara membantu penumpang penyandang disabilitas terutama yang menggunakan kursi roda.

"Saya sangat bangga dapat mempelajari keterampilan-keterampilan tambahan tersebut sebagai pengemudi dan sebagai manusia untuk membantu orang lain yang membutuhkan," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar