Persediaan bibit pisang di Kebun Plasma Nutfah Yogyakarta menipis

id Bibit pisang,kebun plasma nutfah

Persediaan bibit pisang di Kebun Plasma Nutfah Yogyakarta menipis

Bibit pisang yang dikembangkan dari bonggol pisang di Kebun Plasma Nutfah Pisang Yogyakarta (ANTARA/Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Persediaan bibit pisang siap tanam dari berbagai varietas di Kebun Plasma Nutfah Kota Yogyakarta semakin menipis seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat dalam beberapa bulan terakhir.

“Stok bibit pisang hampir habis, bahkan kami kewalahan memenuhi permintaan masyarakat dalam tiga bulan terakhir,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, penyediaan bibit pisang di Kebun Plasma Nutfah Pisang Yogyakarta dilakukan melalui berbagai cara, seperti kultur jaringan hingga pengembangan tunas dari bonggol pisang. Kedua cara tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Pengembangan tunas dari bonggol pisang memiliki kelebihan dari sisi waktu karena tunas bisa tumbuh dengan cepat, namun jumlah tunas yang dihasilkan jauh lebih sedikit bila dibanding sistem kultur jaringan.

“Kalau mengandalkan kultur jaringan, maka kami membutuhkan waktu cukup lama untuk mengembangkan bibit pisang. Tetapi, dalam sekali pengembangan bisa diperoleh ratusan bahkan ribuan bibit pisang,” katanya.

Melalui sistem kultur jaringan yang dilakukan dalam proses di laboratorium, untuk menumbuhkan bibit pisang setinggi delapan centimeter membutuhkan waktu hingga delapan bulan.

“Kalau menggunakan bonggol pisang dari pisang yang sudah berbuah dan ditebang, maka dimungkinkan tumbuh lima mata tunas dalam satu bulan,” katanya.

Bibit yang dilepas ke pasaran biasanya memiliki tinggi satu meter dengan harga Rp8.000 per bibitnya. “Harga bibit untuk semua varietas pisang dijual dengan harga yang sama. Saya kira, harganya sangat murah bila dibanding di pasaran,” katanya.

Dengan bibit yang sudah tumbuh menjadi tunas yang cukup tinggi tersebut, Sugeng berharap, pisang memiliki kemampuan adaptasi yang baik saat ditanam di tempat baru. “Untuk bibit yang berasal dari kultur jaringan membutuhkan penanganan yang lebih hati-hati, yaitu sebaiknya tidak langsung ditanam di tempat yang terpapar sinar matahari langsung,” katanya.

Dalam satu tahun, Kebun Plasma Nutfah Pisang Yogyakarta mampu memproduksi sekitar 3.000 bibit pisang dari berbagai jenis.

“Bibit pisang yang cukup banyak diminati masyarakat adalah cavendis, kepok kuning serta varietas yang dikembangkan kebun plasma yaitu raja bagus,” katanya.
 

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar