Pebulutangkis Carolina Marin tawarkan medali Olimpiade miliknya untuk pekerja medis

id carolina marin, covid-19,Olimpiade

Pebulutangkis Carolina Marin tawarkan medali Olimpiade miliknya untuk pekerja medis

Pebulu tangkis tunggal putri Spanyol Carolina Marin mengembalikan kok ke arah lawannya asal Thailand Ratchanok Intanon dalam pertandingan babak final Daihatsu Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (19/1/2020). Marin gagal menjadi juara setelah kalah dengan skor 19-21, 21-11, dan 18-21. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.

Jakarta (ANTARA) - Kerja keras para pekerja medis di garis depan dalam memerangi pandemi COVID-19 sangat dihargai oleh juara Olimpiade Carolina Marin.

Laman resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Senin, menyebutkan untuk menunjukkan dukungannya, bintang tunggal putri itu menawarkan semua medalinya, termasuk emas Olimpiade Rio 2016 dan tiga gelar Kejuaraan Dunia, melalui video call baru-baru ini kepada para pekerja kesehatan di negaranya Spanyol, salah satu negara yang paling buruk terdampak wabah tersebut.

Kendati jadwalnya yang padat, Marin meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan para personel di garis depan di Rumah Sakit Sanitas Cima hospital di Barcelona dan RS Virgen del Mar di Madrid, untuk memberi hormat kepada mereka dengan pesan “di dekat Anda, saya bukan apa-apa”.

“Saya tawarkan semua medali saya kepada mereka karena mereka adalah pahlawan sejati. Mereka pantas menerima semua tepuk tangan dan penghargaan,” kata pebulu tangkis berusia 26 tahun itu kepada Indian Express.

“Saya hanya ingin berterima kasih kepada mereka. Mereka telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dan saya ingin berterima kasih kepada para pejuang di garis depan yang mempertaruhkan nyawa mereka setiap hari dan terus melayani orang-orang seperti kita.

“Pandemi ini belum pernah terjadi sebelumnya, tapi kita punya begitu banyak kisah inspirasi yang semata-mata membuat saya ingin memberi kembali. Membawa ke lapangan dan bermain untuk menang akan menjadi cara untuk berterima kasih kepada para pejuang ini.”

Marin, yang menghabiskan masa lockdown di kota asalnya Huelva bersama ibunya Toni Martin, sekarang kembali berlatih dan berharap segera bermain dalam turnamen, di atas semuanya adalah Kejuaraan Dunia BWF tahun depan yang akan berlangsung 29 November - 5 Desember di kota asalnya itu.

“Saya akan bermain di depan penonton di rumah saya pada kejuaraan sebesar itu untuk pertama kalinya. Saya akan berusaha memberi warga Huelva tontonan ketika mereka datang mendukung saya.”
 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar