Baznas distribusikan PMT-Pemulihan pada balita gizi kurang/buruk

id baznas,gizi buruk

Baznas distribusikan PMT-Pemulihan pada balita gizi kurang/buruk

Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas DIY Agus Sunarto menyerahkan PMT-Pemulihan pada balita gizi kurang/buruk di wilayah Puskesmas Sewon 2 Bantul (HO-Humas Baznas DIY)

Yogyakarta (ANTARA) - Baznas DIY dan Rumah Sehat Baznas Yogyakarta mendistribusikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT)-Pemulihan pada balita gizi kurang/buruk di wilayah Puskesmas Sewon 2, Selasa (17/9), sebagai wujud dukungan kepada pemerintah daerah dalam penurunan angka gizi buruk/kurang di Kabupaten Bantul.

"Pemberian PMT-Pemulihan ini dihadiri oleh 12 orang penerima manfaat. Isi dari PMT-Pemulihan yang diberikan adalah 1.200 gram susu formula, 500 gram gula pasir, dan minyak kelapa sawit yang nantinya dicampur sesuai takaran menjadi F-100 untuk membantu menaikkan berat badan balita," kata Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas DIY Agus Sunarto.

Ia mengatakan data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan proporsi status gizi buruk/kurang pada balita di Indonesia sebesar 17,7 persen, sedangkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul tahun 2019 menunjukkan bahwa proporsi status gizi buruk/kurang di Kabupaten Bantul sebesar 0,41 persen.

"Angka itu menunjukkan adanya peningkatan angka gizi buruk dibandingkan tahun 2018 sehingga program penanganan kasus gizi buruk masih menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bantul," katanya.

Rangkaian acara pada pendistribusian PMT-Pemulihan itu diisi dengan penyuluhan pengaturan pola makan untuk anak berat badan kurang, penjelasan terkait cara pembuatan F-100, edukasi cara pembacaan KMS, penimbangan BB, pengukuran TB,  pengukuran LiLA oleh ahli gizi Rumah Sehat Baznas Yogyakarta.

Setelah ditimbang dan diukur tinggi badan kemudian dibandingkan dengan standar berat badan atau tinggi badan berdasarkan umur, sesuai standar dari Kemenkes untuk diketahui berat badan maupun tinggi badan yang sesuai berdasarkan umurnya.

Setelah itu orang tua diberikan edukasi mengenai hasil penimbangan BB maupun pengukuran TB dan LiLA serta diberikan saran maupun solusi terkait kondisi masing masing anak agar bisa mencapai gizi baik.

Agus mengatakan program "stunting" yang diadakan oleh Baznas DIY dan Rumah Sehat Baznas Yogyakarta tidak hanya sebatas menangani kasus "stunting" saja, tetapi juga menangani kasus gizi buruk/kurang pada anak.

Dengan adanya program ini diharapkan dapat mengatasi para balita yang memiliki masalah gizi seperti gizi buruk/kurang di Kabupaten Bantul terutama pada masa pandemi COVID-19 seperti saat ini di mana akses untuk ke pelayanan kesehatan agak terbatas sehingga tumbuh kembang anak tidak dapat dipantau setiap bulannya.

"Program 'stunting' juga  merupakan salah satu wujud dari program DIY sehat salah satu program Baznas DIY dalam membantu masyarakat di bidang kesehatan. Selain DIY Sehat, Baznas DIY dalam mendistribusikan dan mendayagunakan zakat melalui program pendidikan (DIY Cerdas), kemanusiaan (DIY Peduli), ekonomi (DIY Sejahtera), dan Syiar Dakwah Islam (DIY Taqwa)," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar