Hindari kolak dan gorengan berlebih saat bukber, Ini kata dokter gizi

id buka bersama,ibadah puasa,takjil,bahaya makanan manis

Hindari kolak dan gorengan berlebih saat bukber, Ini kata dokter gizi

Sejumlah anak berdoa sebelum berbuka puasa bersama di Masjid Besar Al-Ula, Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (2/3/2025). ANTARA FOTO/Aditya Nugroho/mrh/nym.

Jakarta (ANTARA) - Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) Cabang Banten mengingatkan pentingnya membatasi konsumsi makanan manis saat berbuka puasa bersama (bukber) dengan teman agar kesehatan tetap terjaga.

"Kebiasaan dan makanan yang perlu dihindari saat berbuka puasa bersama teman-teman itu makanan manis, makanan yang berlemak dan tinggi kalori. Itu sebaiknya dibatasi saat berbuka puasa," kata Ketua PDGKI Cabang Banten dr. Dian Permatasari, MGizi, SpGK, saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin (3/3/2025).

Menurut Dian meskipun ajaran Islam menganjurkan berbuka dengan makanan manis, umat Muslim tetap harus memilih sumber gula yang lebih sehat. Hal ini bertujuan menjaga kesehatan sistem pencernaan dan mencegah lonjakan gula darah secara tiba-tiba.

Sebagai alternatif, Dian menyarankan takjil berupa tiga butir kurma, potongan buah, atau air kelapa tanpa tambahan gula. Untuk minuman teh manis, cukup gunakan 1-2 sendok teh gula agar konsumsi gula tetap terkontrol.

"Takjil seperti kolak, gorengan, atau lontong sebaiknya dibatasi. Lebih baik langsung mengonsumsi makanan utama agar asupan gizi lebih seimbang," lanjutnya.

Jika merasa lapar setelah tarawih, Dian menyarankan untuk mengonsumsi potongan buah, sayur, atau yogurt tanpa tambahan nasi.

"Kalau masih ingin makan, cukup dengan lauk dan sayuran saja," tambahnya.

Baca juga: Masjid Istiqlal siapkan 4.000 porsi berbuka puasa selama Ramadhan

Ahli Gizi dari RSCM Fitri Hudayani menekankan bahwa dalam menjalankan puasa yang paling penting adalah menjaga keseimbangan jadwal, jenis, dan jumlah makanan yang dikonsumsi.

Makanan tinggi gula dan lemak seperti minuman manis, kudapan manis, dan gorengan banyak ditemui saat Ramadhan dan mengonsumsinya berlebihan dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan gangguan metabolisme.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga asupan serat dari sayur dan buah dalam setiap waktu makan agar kesehatan pencernaan tetap terjaga. Takjil sebaiknya dikonsumsi dalam porsi kecil, kemudian dilanjutkan dengan makan utama setelah sholat Maghrib.

Selain itu, asupan cairan juga harus diperhatikan. Meskipun banyak minuman manis tersedia saat bukber, Fitri menyarankan untuk tetap memenuhi kebutuhan air harian sebanyak 2-2,5 liter.

"Saat berbuka, minumlah 1-2 gelas air putih, diikuti dengan buah yang kaya air. Lanjutkan dengan satu gelas air saat makan utama, dan setelah tarawih tambahkan dua gelas lagi. Saat sahur, pastikan minum 2-3 gelas untuk menghindari dehidrasi.

Ia juga menyarankan agar konsumsi cairan tidak hanya dari air putih, tetapi juga dari makanan berkuah dan buah yang mengandung air.

"Batasi konsumsi air minum yang manis. Gunakan selama waktu berbuka sampai dengan sahur untuk memenuhi kebutuhan cair dengan optimal," tutupnya.


Baca juga: Masjid Gedhe siapkan 1.600 porsi berbuka selama Ramadhan

Baca juga: Makanan paling tepat dikonsumsi saat sahur, teliti daftarnya

Baca juga: Ingin tetap sehat-bugar, simak kiat milih makanan berbuka dan sahur



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Batasi konsumsi makanan manis saat berbuka puasa bersama teman

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2025