KPU Gunung Kidul masih tunggu logistik alat bantu coblos tuna netra

id logistik pilkada,alat bantu cloblos tuna netra,Pilkada Serentak Gunung Kidul,Gunung Kidul

KPU Gunung Kidul masih tunggu logistik alat bantu coblos tuna netra

Pilkada Kabupaten Gunung Kidul. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih menunggu logistik plano, formulir C1, daftar pasangan calon dan alat bantu coblos tuna netra untuk kelengkapan pencoblosan pada 9 Desember nanti.

Ketua KPU Gunung Kidul Ahmadi Ruslan Hani di Gunung Kidul, Selasa, mengatakan tahapan persiapan pemilihan ada dua kategori logistik, yakni logistik yang menyangkut kelancaran dalam pemilihan seperti surat suara, kotak suara, alat bantu pencoblosan hingga formulir rekapitulasi suara.

Kemudian, logistik yang kedua berkaitan dengan alat pelindung diri (APD) agar pemilihan bisa sesuai dengan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19. "Dua kebutuhan logistik ini, mayoritas sudah tiba di KPU Gunung Kidul," kata Ahmadi Ruslan Hani.

Ia mengatakan logistik APD yang belum diterima KPU, yakni alat pengukur suhu tubuh, sarung tangan medis dan masker. "Sampai saat ini, 75 persen tersedia di KPU. APD seperti sarung tangan untuk pemilih, hand sanitizer, fasilitas cuci tangan sudah kami distribusikan ke masing-masing PPS,” katanya.

Hani mengatakan sesuai dengan target, kebutuhan logistik harus tersedia di akhir bulan ini. Meski demikian, pengiriman logistik ini juga sangat bergantung ketepatan waktu dari rekanan mengirimkan barang ke Gunung Kidul.

“Semua sudah melalui proses pengadaan dan tinggal menunggu pengiriman. Mudah-mudah kekurangan logsitik bisa tiba di sini tepat waktu,” katanya.

Ia mengatakan sekarang KPU Gunung Kidul sedang melakukan proses penyortiran dan pelipatan surat suara. Di dalam kegiatan ini diterjunkan 100 relawan untuk melipat dan menyortir surat suara yang rusak.

“Kami targetkan selesai dalam waktu tiga hari. Nanti surat suara yang rusak akan kami mintakan pengganti ke rekanan,” katanya.

Sementara itu, Anggota KPU Gunung Kidul Asih Nuryanti menambahkan kebutuhan APD sudah dikirimkan ke panitia pemungutan suara (PPS) pada Sabtu (21/11). Pengiriman dilakukan selama dua hari dan diterima oleh anggota PPK yang kemudian diserahkan ke PPS. APD yang dikirim ada beberapa item yang meliputi handsanitizer, sabun pencuci tangan, cairan disinfektan.

Selain itu, ada juga tisu towel sheet, semprotan, tempat air berkran dan ember penampung, pelindung wajah hingga kantong plastik tempat sampah. “Pelaksanaan pemilihan akan mengacu pada protokol kesehatan secara ketat. Ini dilakukan agar pilkada tidak menjadi penyebab penularan COVID-19," katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar