"Gene editing" beri asa pengobatan penyakit genetik

id gene editing,rekayasa genetik,teknologi kesehatan,transformasi kesehatan,FDA

"Gene editing" beri asa pengobatan penyakit genetik

Tangkapan layar - Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Rizka Andalucia, dalam seminar Gene Editing dan Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats (CRISPR) yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat (5/1/2023). (ANTARA/Sean Muhamad)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Rizka Andalucia mengatakan terapi berbasis gene editing atau rekayasa genetik dapat membantu proses pengobatan penyakit yang terkait dengan masalah genetik.

"Terapi gen berbasis sel membawa harapan untuk membantu pengidap anemia akibat gen ini terkait penyembuhan dan peningkatan kualitas hidupnya," katanya dalam seminar Gene Editing dan Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats (CRISPR) yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat.  

Tidak hanya anemia, kata Rizka, sejumlah penyakit lainnya seperti kanker, kebutaan, dan AIDS juga dapat diupayakan kesembuhannya melalui terapi berbasis gene editing.  

Berdasarkan data yang ia himpun, setidaknya tercatat sebanyak 1.100 jenis terapi berbasis gene editing yang dapat dilakukan. Beberapa di antaranya sudah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA) yang menjadi patokan Internasional.    

"Kita mendengar di Bulan Desember kemarin ada satu obat yang disetujui USFDA, yaitu obat penyakit keganasan darah dan kelainan darah, di mana penyakit tersebut merupakan suatu penyakit genetik yang banyak diidap anak dan mortalitasnya tinggi. Di negara berkembang seperti Indonesia mortalitasnya bisa lebih tinggi," ungkapnya.


.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenkes: "Gene editing" beri harapan bagi pengobatan penyakit genetik