Polri tak kecolongan masuknya buronan nomor wahid Thailand

id Polri ,Bareskrim Polri ,Hubinter,Penangkapan Buronan Narkoba,Thailand

Polri tak kecolongan masuknya buronan nomor wahid Thailand

Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri Irjen Krishna Murti (Azmi Samsul Maarif)

Tangerang (ANTARA) - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memastikan bahwa pihaknya tidak kecolongan perihal masuknya buronan nomor satu Thailand, Chaowalit Thongduang alias Sia Pang Nanode alias Sulaiman ke Indonesia.

"Tidak ada kebobolan, dia (Chaowalit Thongduang) masuk menggunakan speed boat dari Thailand masuk ke wilayah Aceh, dan langsung ditampung oleh agen-agen mereka yang merupakan hubungan antar mereka di Aceh," kata Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri, Irjen Krishna Murti di Tangerang, Selasa.

Ia mengatakan, buron interpol ini diketahui masuk melalui jalur laut menggunakan speed boat ke daerah Aceh.

Dia mengungkapkan, tim Bareskrim Polri saat ini juga tetah menangkap pelaku yang menampung serta pembuat kartu tanda penduduk (KTP) dengan alamat di Medan atas buronan nomor satu di Thailand.

"Para pelaku yang memfasilitasi hingga pembuat KTP palsu tersangka dengan nama Sulaiman sudah ditangkap oleh Polda Aceh. Selain itu pelaku yang memberangkatkan tersangka dari Medan ke Bali pun sudah ditangkap Polda Banten," ungkapnya.

Polri sudah melakukan proses ekstradisi atau pemulangan terhadap buronan Chaowalit Thongduang alias Sulaiman ke Thailand melalui mekanisme deportasi keimigrasian.

"Jadi Kepolisian Negara Republik Indonesia melakukan deportasi kepada otoritas Thailand dalam hal ini kepolisian setempat," tuturnya.

Ia mengatakan, mekanisme yang dilakukan Polri bersama pihak keamanan Thailand dalam memulangkan buron interpol tersebut adalah dengan mendeportasinya yang kemudian berkoordinasi bersama otoritas keimigrasian Bandara Soekarno Hatta.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polri pastikan tak kecolongan masuknya buron Thailand
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2024