Fadli Zon: Prambanan Jazz perkuat diplomasi budaya

id Prambanan jazz feztival, prambanan, jazz festival. Menteri kebudayaan, fadli zon, menbud fadli zon

Fadli Zon: Prambanan Jazz perkuat diplomasi budaya

Menbud Fadli Zon (tengah) saat menghadiri gelaran Prambanan Jazz Festival. ANTAR/HO-Kementerian Kebudayaan.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut Prambanan Jazz Festival bukan sekadar gelaran musik semata, melainkan juga wadah strategis untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia di mata dunia.

Festival tahunan yang digelar di kawasan Candi Prambanan ini, menurutnya, telah menjelma menjadi panggung global yang menyuarakan kekuatan budaya Nusantara melalui harmoni musik dan tradisi.

"Prambanan Jazz Festival adalah bukti bahwa musik merupakan bahasa universal. Dengan menghadirkan musisi dari berbagai negara dan memadukannya dengan keindahan warisan dunia seperti Candi Prambanan, kita bukan hanya menyuguhkan hiburan, tapi juga memperkenalkan narasi kebudayaan Indonesia kepada dunia," ujar Fadli dalam pernyataan resminya di Jakarta, Senin (7/7).

Tahun ini, festival yang mengusung tema Sebelas Selaras telah memasuki penyelenggaraan ke-11. Tema tersebut menjadi refleksi semangat menyatukan musik, alam, dan budaya dalam satu tarikan nafas yang harmonis. Tak hanya menjadi ajang pertunjukan musik, Prambanan Jazz Festival tampil sebagai ruang interaksi seni yang sarat nilai historis dan kultural.

Baca juga: Spektakuler, Prambanan Jazz Festival 2024 tembus 49 ribu penonton

Fadli menegaskan pentingnya menjaga akar budaya dalam setiap festival seni, termasuk Prambanan Jazz. Ia mendorong kolaborasi lintas generasi serta keterlibatan seniman lokal dalam memanfaatkan situs-situs warisan budaya sebagai panggung kreatif.

"Keterlibatan pelaku seni lokal dan pemanfaatan situs seperti Candi Prambanan menjadikan festival ini bukan hanya milik industri hiburan, tetapi juga bagian dari identitas bangsa yang harus dirawat," tegasnya.

Prambanan Jazz 2025 turut menjadi momentum istimewa dengan kembalinya Kenny G ke panggung yang pernah ia bantu populerkan. Maestro jazz dunia itu hadir sebagai bentuk penghormatan terhadap peran awalnya dalam sejarah festival ini.

Selain itu, kehadiran eaJ, musisi Korea-Amerika yang dikenal lewat karya-karya emosionalnya, menjadi daya tarik baru yang menyuntikkan semangat segar bagi generasi muda Indonesia dalam mengembangkan industri kreatif.

Baca juga: Tulus membawa puluhan ribu penonton Prambanan Jazz Festival bergoyang

Tidak hanya menghadirkan nama-nama internasional, festival ini juga memberi panggung bagi musisi nasional lintas generasi. Ini menjadi cerminan keragaman budaya Indonesia yang kaya dan dinamis, sekaligus memperkuat nilai kolaborasi dan regenerasi dalam ekosistem musik tanah air.

Nuansa artistik turut diperkuat dengan instalasi seni bertema Pohon Hayat karya duo seniman kontemporer Yogyakarta, Indieguerillas. Terinspirasi dari relief Candi Prambanan, instalasi tersebut menggambarkan keharmonisan antara manusia dan alam, menambah dimensi visual dan filosofis dalam pengalaman festival.

Lebih dari sekadar pertunjukan musik, Prambanan Jazz Festival 2025 juga membalut pengalaman penonton dengan elemen budaya. Tahun ini, pengunjung diajak mengenakan busana berkain sebagai bentuk pelestarian sekaligus ekspresi kebanggaan terhadap wastra Nusantara. Fadli pun mengapresiasi upaya ini sebagai langkah positif dalam menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap tradisi.

“Kita bisa menyaksikan keseruan pertunjukan musik sekaligus melihat pesona tradisi busana Nusantara yang dipakai para pengunjung. Dan itu sangat keren digunakan dalam acara konser dan festival semacam ini. Kita harus lebih bangga dan percaya diri untuk itu,” pungkasnya.

Prambanan Jazz Festival 2025 resmi digelar pada 4–6 Juli di kawasan Candi Prambanan, menyatukan irama, budaya, dan semangat kebangsaan dalam satu harmoni yang menggema hingga mancanegara.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Fadli Zon: Prambanan Jazz jadi medium perkuat diplomasi budaya

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.