Bantul (ANTARA) - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut bahwa inflasi atau naiknya harga harga bahan kebutuhan pokok yang terjadi di wilayah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta tidak sampai menganggu stabilitas ekonomi daerah ini.
"Dari berbagai indikator yang terbuka di dalam forum, maka inflasi di Bantul masih dalam tingkat yang wajar, tidak sampai memberatkan masyarakat atau tidak mengganggu stabilitas ekonomi di Bantul," kata Bupati Halim di Bantul, Kamis.
Menurut dia, inflasi di Bantul yang tidak menganggu stabilitas ekonomi tersebut karena ketersediaan komoditi strategis di daerah ini tercapai. Ada sekitar 12 komoditi strategis di Bantul itu neraca ketersediaan surplus.
"Surplusnya komoditi strategis tersebut, maka kenaikan harga harga kebutuhan yang terlampaui tinggi tidak terjadi di Bantul," katanya.
Meski demikian, kata dia, berbagai upaya akan dan terus dilakukan pemerintah kabupaten bersama Pemda DIY dalam mengendalikan inflasi, salah satunya dengan Rapat Koordinasi Daerah dan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY.
"Yang penting dari kegiatan High Level Meeting itu fokus untuk menghadapi Hari Natal dan Tahun Baru, dimana kita akan melihat sejauh mana pasokan barang barang terutama pangan pada momen Natal dan Tahun Baru," katanya.
Bupati Halim mengatakan inflasi tersebut merupakan naiknya harga harga, sehingga kalau kenaikan harga ini di luar kemampuan atau daya beli masyarakat, maka harus dicegah jangan sampai terjadi.
"Kalau nanti ada tanda harga harga itu naik karena tingginya permintaan, maka kita akan melakukan langkah langkah agar kenaikan itu bisa dicegah atau naik dalam tingkat yang bisa ditoleransi," katanya.
