Dirjen Adwil Kemendagri: Pesawat kecil mempercepat penyaluran bantuan

id Kemendagri,Safrizal Zakaria Ali,Bina Administrasi Kewilayahan,Bina Adwil,Sumatera

Dirjen Adwil Kemendagri: Pesawat kecil mempercepat penyaluran bantuan

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal Zakaria Ali (tengah). (ANTARA/HO-Kemendagri)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal Zakaria Ali menilai kehadiran pesawat berkapasitas kecil turut melengkapi upaya pemerintah dalam membuka akses logistik, termasuk mempercepat penyaluran bantuan air bersih.

Sebelumnya, Safrizal telah melepas mobil mesin air bersih dari Banda Aceh menuju titik-titik pengungsian di Pidie dan Pidie Jaya untuk memastikan kebutuhan air layak konsumsi terpenuhi.

"Pemenuhan air bersih merupakan kebutuhan paling penting dalam fase awal penanganan bencana, sehingga teknologi penyediaan air di lokasi harus cepat, adaptif, dan terjangkau bagi warga terdampak," kata Safrizal dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Safrizal menyebutkan kehadiran pesawat berkapasitas kecil yang dapat mendarat di Bandara Rembele juga mempercepat penyaluran peralatan pendukung kehidupan bagi pengungsi di dataran tinggi.

Misi penerbangan kemanusiaan (Humanitarian Flight) tersebut dilakukan oleh PT Jet Eksekutif Travya (Jetset) bekerja sama dengan Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPI Curug) dan IPAC (Ikatan Penerbang Alumni Curug) untuk mendistribusikan bantuan logistik ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh, melalui Bandara Rembele.

Penerbangan kemanusiaan ini merupakan bagian dari gerakan Humanitarian Flight - Bencana Alam Sumatera 2025 yang menyasar wilayah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pelaksanaan misi ini sejalan dengan langkah tanggap darurat pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri, khususnya Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan yang dipimpin Safrizal.

Sementara itu, Founder & CEO Jetset, Capt. Rendra Darmakusuma, menyampaikan komitmennya untuk mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat misi kemanusiaan.

“Kami mengapresiasi upaya Pak Safrizal dan jajaran Ditjen Bina Adwil yang bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar terutama air bersih dapat tersedia di lapangan. Kecepatan pemerintah dalam membuka akses bantuan ini menjadi motivasi kami untuk terlibat langsung melalui penerbangan kemanusiaan,” ujar Rendra.

Ia menambahkan bahwa prioritas Jetset pada situasi darurat adalah membantu menyelamatkan warga terdampak.

“Kolaborasi dengan PPI Curug, relawan IPAC, dan pemerintah menunjukkan bahwa dunia aviasi Indonesia memiliki kapasitas besar untuk misi kemanusiaan, bukan sekadar layanan komersial,” tuturnya.

Di Banda Aceh, proses penghimpunan, pengelompokan, dan penataan berbagai jenis logistik mulai dari pangan, air minum, selimut, pakaian layak pakai, hingga kebutuhan dasar lain dikonsolidasikan untuk kemudian diterbangkan menuju Bandara Rembele sebagai hub distribusi bantuan ke Bener Meriah dan wilayah dataran tinggi Gayo.

Misi Humanitarian Flight - Bencana Alam Sumatera 2025 berlangsung dalam beberapa gelombang sesuai perkembangan kebutuhan logistik dan kondisi lapangan. Distribusi lanjutan di tingkat kabupaten/kota akan bersinergi dengan pemerintah daerah, relawan, dan lembaga kemanusiaan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dirjen Adwil Kemendagri: Pesawat kecil percepat penyaluran bantuan

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.