Wamendikbud resmikan pelatihan Batik Raja Ampat

id wamendikbud wiendu nuryanti

Wamendikbud resmikan pelatihan Batik Raja Ampat

wamendikbud Wiendu Nuryanti (antaranews.com)

Jogja (Antara Jogja)- Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti meresmikan pelatihan Batik Raja Ampat bagi masyarakat Papua Barat yang berlangsung di Yogyakarta, Rabu.

Pelatihan Batik Raja Ampat Papua yang ditujukan untuk peningkatan industri kecil menengah (IKM) warga Raja Ampat itu difasilitasi oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik serta didukung PT. Bank Rakyat Indonesia.

"Pelatihan ini penting karena batik motif Raja Ampat kemungkinan memiliki potensi pasar yang luar biasa di kancah Internasional, dibandingkan batik lainnya apabila dikembangkan," kata Wiendu.

Menurut Wiendu, Raja Ampat sebagai destinasi wisata berskala Internasional sebaiknya memiliki corak khas batik tersendiri untuk dipasarkan bagi wisatawan yang berkunjung.

"Ekspresi yang sangat spontan, warna-warna yang lebih berani, matang dan tajam saya kira akan lebih bisa diterima masyarakat global, dari pada batik yang terlalu rumit seperti batik Jawa," katanya.

Menurut dia, sektor kerajinan batik harus terus dikembangkan karena telah terbukti berkontribusi menegakkan perekonomian nasional. Omzet kerajinan batik secara nasional telah mencapai lebih dari Rp10 triliun dengan jumlah serapan tenaga kerja lebih dari 3,5 juta orang.

"Sektor kerajinan batik merupakan salah satu sektor strategis serta memiliki daya tahan yang hebat dalam menghadapi krisis," katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta, Zulmaizar mengatakan pelatihan itu diikuti oleh 25 perajin batik dari Raja Ampat, Papua Barat selema satu minggu (21-27 April 2014).

Menurut dia, pelatihan ini

merupakan implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2009 tentang perlunya pengembangan sumber daya manusia (SDM), pemanfaatan sumber daya alam (SDA) serta meningkatkan industri kreatif.

Sementara itu, ia mengharapkan para peserta dapat mengembangkan teknologi pewarnaan sintetis dengan bahan alam yang ada di Papua. Hal itu dapat menghemat biaya produksi serta lebih ramah terhadap lingkungan.

(KR-LQH)
Pewarta :
Editor: Regina Safrie
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar