Menristek tinjau lokasi pengembangan PLTH di Bantul

id PLTH, Pandansimo Bantul

Kincir angin di pantai Pandansimo Baru, Bantul, DIY (Foto ANTARA/Sidik)

Bantul, 15/4 (Antara) - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meninjau lokasi pengembangan pembangkit listrik tenaga hibrid di wilayah Pantai Pandansimo Baru, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Saya pertama mengecek workshop Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) terlebih dulu baru kemudian cek ke lokasi yang ada di Pantai Pandansimo," kata Menristekdikti saat meninjau workshop atau bengkel PLTH di Bantul, Sabtu.

Menurut menteri, kunjungan ke lokasi pengembangan PLTH di pantai selatan Bantul ditujukan untuk mengetahui kondisi terkini pengembangan teknologi pembangkit listrik melalui tenaga angin dan matahari baik peralatan maupun pemanfaatannya.

"Termasuk bagaimana melakukan revitalisasinya, dan saya sudah tanyakan ke DIY yang telah mengambil kerja sama untuk pemanfaatan langsung, maka ini harus kita cek betul kalau manfaatnya seperti apa," katanya.

Sebab, kata menteri tujuan utama pengembangan PLTH di Pantai Pandansimo adalah untuk kepentingan riset, membantu nelayan dan bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk pengembangan wisata berbasis teknologi.

"Sekarang ini kita baru lihat kondisi workshop seperti apa, jadi saya belum bisa sampaikan, baru setelah dari lokasi bisa putuskan seperti apa. Tapi ke depan memang perlu koordinasi antara Kementerian Ristek, provinsi dan Kabupatan Bantul," katanya.

Menteri mengatakan, kunjungan ke lokasi pengembangan PLTH ini karena Kementerian pernah mendapat informasi tentang kondisi peralatan maupun komponen yang sebagian tidak berfungsi, juga faktor angin yang kurang mendukung.

"Bulan lalu diinformasikan pada saya kalau PLTH yang ada di sini masih kurang efektif juga masalah angin. Makanya kita ingin coba perbaiki di mana masalah itu. Kemudian bagaimana peralatan di sini harus kita optimalkan," katanya.

Menteri juga berharap para peneliti bisa mengecek pemanfaatan solar sel, inverter dan baterai dalam PLTH ini agar bisa terintegrasi dengan baik dan menghasilkan energi untuk pembuatan es dan bermanfaat bagi para nelayan.

"Ke depan ini harus menuju model otomatisasi, sehingga nantinya para pegawai atau calon-calon sarjana yang akan memanfaatkan PLTH sudah menggunakan teknologi yang sekarang berkembang dan tidak ketinggalan," katanya. ***1***
Pewarta :
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar