Sultan prihatin maraknya kenakalan remaja di DIY

id Sultan prihatin maraknya kenakalan remaja di DIY

Sultan prihatin maraknya kenakalan remaja di DIY

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto) (antara)

Bantul (Antara) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan prihatin dengan maraknya kenakalan remaja di wilayah DIY hingga membuat intitusi pemerintah daerah kewalahan.

"Kami agak kewalahan juga menghadapi kenakalan anak-anak khususnya yang berpendidikan sekolah menengah pertama (SMP), banyak anak-anak kita bukan hanya SMA tapi SMP yang melakukan kekerasan," kata Sultan di Kabupaten Bantul, Senin.

Saat acara Syawalan dan Silaturahmi antara Gubernur dan Wakil Gubernur DIY dengan pejabat dan jajaran PNS Bantul di Parasamya, Sultan mengatakan tidak ada pilihan lain bagi pemerintah daerah melalui institusi penegak hukum untuk menindak tegas.

"Tidak ada pilihan bagi kami pemda bersama kepolisian untuk akhirnya memberanikan diri untuk menindak, melakukan penegakan hukum karena dengan peringatan yang diberikan orang tua dan guru ke anak tidak berpengaruh," katanya.

Oleh sebab itu, lanjut Sultan, perlu mengambil tindakan hukum untuk mengatasi kenakalan remaja di wilayah Bantul yang meresahkan masyarakat. "Alhamdulillah dengan tindakan hukum itu suasana lebih kondusif saat ini," katanya.

Sultan juga berpesan kepada para orang tua untuk selalu mengawasi pergaulan putra-putrinya di luar rumah yang saat ini sangat berbahaya sebab bisa menumbuhkan keberanian anak melakukan tindakan kekerasan dan melanggar hukum.

"Selain itu juga ada narkoba yang akhir-akhir ini dikhawatirkan pemerintah bisa terjadi radikalisasi, terorisme yang bukan menurun tetapi justru makin meningkat," kata Sultan.

Sultan juga meminta orang tua tidak begitu saja melepas putra maupun kemenakannya untuk berada di luar rumah, tetapi bisa melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pergaulan-pergabulan sehari-hari yang dilakukan anak-anak.

"Saya mohon bapak ibu jangan paksakan anak untuk bekerja di luar tanpa tahu apa bergaulannya dan dengan siapa karena yang demikian bisa berpotensi yang juga akan membahayakan eksistensi kebersaman kita," katanya.***2***(KR-HRI)