Bulu Tangkis - Vitidsarn cetak sejarah WJC untuk Thailand

id bulu tangkis

Ilustrasi (istw)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Tunggal putra asal Thailand Kunlavut Vitidsarn mencetak sejarah dengan menjadi tunggal putra negeri Gajah Putih yang tampil sebagai juara World Junior Championships (WJC) yang digelar di GOR Amongrogo Yogyakarta, Minggu.

Pada babak final, Vitidsarn sukses membalik keadaan setelah tertinggal di babak pertama dari pemain Malaysia Leong Jun Hao untuk kemudian membukukan kemenangan 17-21, 21-15, 21-9.

"Saya sangat gembira dengan kemenangan ini karena menjadi tunggal putra junior pertama Thailand yang tampil sebagai juara dunia junior. Ini sejarah," kata Vitidsarn.

Sebelumnya, Thailand sudah membukukan sejarah dengan menempatkan tunggal putri, ga da putra dan ganda campuran sebagai juara dunia junior.

Sementara itu, pada pertandingan yang berlangsung selama 65 menit itu, Vitidsarnd mengatakan tidak mampu berkutik di gim pertama karena Leong yang diunggulkan di tempat keempat menerapkan permainan cepat yang cukup merepotkannyq.

Di gim kedua, Vitidsarn yang menjadi unggulan teratas mencoba mengubah pola permainan dan meningkatkan pertahanan sehingga lawan tidak mampu mengembangkan permainan.

"Pada gim ketiga, lawan sepertinya mengalami banyak tekanan sehingga saya bisa menang dengan mudah," kata Vitidsarn yang banyak memperoleh dukungan dari suporter tuan rumah itu.

Langkah Vitidsarn untuk menjadi pemain tunggal

putra junior terbaik dunia sejak babak pertama hingga semifinal cukup mudah. Pemain tersebut hampir tidak pernah kehilangan satu gim pun kecuali di babak keempat saat berhadapan dengan tunggal putra Tiongkok Gu Junfeng.

"Meskipun menjadi unggulan pertama, bukan berarti saya bisa menjadi juara karena banyak pemain yang tampil sangat baik di turnamen ini namun tidak menjadi unggulan. Yang penting, fokus dalam tiap pertandingan," katanya.

Setelah menjadi juara dunia junior, Vitidsarn akan lebih banyak mengikuti kejuaraan di level atas atau kejuaraan senior untuk mengumpulkan lebih banyak pengalaman.

Ia pun berharap bisa tampil di Youth Olympic 2018 dan tampil di Olimpiade Tokyo 2020.

(E013)




Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar