Kulon Progo beri pelatihan kerja masalah bandar udara

id bandara

ILustrasi. Bandara Adi Sucipto Yogyakarta (antaranews.com)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, kerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memberikan pelatihan kerja kebandarudaraan dan reguler kepada 272 orang guna menghadapi beroperasinya Bandara Internasional Yogyakarta.
     
Kepala Balai Latihan Kerja (BLK)Kulon Progo Sri Sulanjari di Kulon Progo, Rabu, mengatakan Pelatihan ini  merupakan program kerja sama Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dengan Kementerian Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kementerian Ketenegakerjaan RI dan PT Angkasa Pura I yang bersumber  dana dari APBN dan APBD tahun anggaran 2018.
     
"Tujuan dari pelatihan tersebut adalah untuk meningkatkan kompetensi SDM tenaga kerja sesuai kebutuhan pasar kerja," kata Sri Sulanjari.
     
Ia mengatakan total peserta dalam pelatihan berbasis kompetensi angkatan IV ada 272 orang yang di kelompokkan ke dalam 17 paket terdiri 12 paket menggunakan APBN, paket kebandarudaraan seperti cargo staff, ticketing and reservation 16 Juli sampai 20 Agustus 2018.
     
Kemudian, paket reguler berupa pelatihan basic office, menjahit lanjutan, tecnical support, kontruksi kayu, boga, dan las. Pelatihan ini juga menggunakan APBD terbagi ke dalam 5 paket meliputi service, basic office, mebelair dari 12 Juli sampai 8 Agustus 2018) dan Boga.
     
"Pelatihan kerja kebandarudaraan dan regulermerupakan salah satu upaya untuk menekan angka pengangguran. Semoga BLK Kulon Progo dapat melahirkan tenaga-tenaga yang handal, terampil, profesional dan siap memasuki dunia kerja," katanya.
     
Menurut Sri Sulanjari, antusias masyarakat Kulon Progo terhadap pelatihan berbasis kompetensi, khususnya pelatihan kebandarudaraan sangat tinggi terbukti pendaftar pelatihan mencapai 944 orang  yang berasal dari Kulon Progo 875 orang dan 69 orang dari luar Kulon Progo. Setelah dilakukan tahap seleksi, maka diterima dan akan dilatih sebanyak 160 orang. Pada angkatan IV ini dilaksanakan sebanyak 5 paket/80 orang,dn pada angkatan V bulan Agustus sebanyak lima paket sebanyak 80 orang.
       
"Penyelenggaraan pelatihan kebandarudaraan BLK Kulon Progo bekerjasama dengan LPK Airport Service Training (AST) Yogyakarta," katanya.
    
Asisten Bidang Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Yulius mengatakan pembangunan SDM sangat penting disiapkan agar terserap di dunia kerja.
     
"Kami mengapresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo karena telah menunjukan komitmennya untuk menyiapkan SDM dalam rangka menghadapi persaingan global, dan memiliki BLK dengan kinerja yang baik.” ujar Yulius. 
     
Hal ini sejalan dengan program pemerintah dimana akan dilakukan revitalisasi BLK melalui penyesuaian kurikulum pelatihan sesuai kebutuhan industri, penyediaan instruktur produktif, magang kerja industri dan peningkattan sarana prasarana. 
     
Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjo berharap dengan adanya pelatihan dapat melahirkan tenaga-tenaga terampil dan profesional dalam bekerja, khususnya dalam menyongsong hadirnya Bandara Internasional Yogyakarta.
     
“Masyarakat kulon Progo harus mampu mengisi dan merebut peluang kerja, jangan sampai hanya menjadi penonton tetapi harus mampu berkompetisi mengambil peluang yang tersedia” kata Sutedjo.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar