PNM menyalurkan pembiayaan Rp20,3 triliun melalui ULaMM

id bakpia

Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X (enam dari kiri) dan direktur utama PT Permodalan Nasional Madani (PNN) Arief Mulyadi (tujuh dari kiri) beserta jajarannya usai jamuan makan malam di Kantor Gubernur DIY, Rabu (8/8) malam. (Foto Antara)

 Yogyakarta (Antaranews Jogja) - PT Permodalan Nasional Madani telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp20,3 triliun melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) untuk 286.966 nasabah usaha mikro kecil.
     "ULaMM adalah jasa pembiayaan dan pendampingan langsung untuk sektor usaha mikro kecil," kata Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi usai makan malam bersama Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X di Yogyakarta, Rabu malam.
     Menurut dia, ULaMM memberdayakan usaha mikro kecil dengan pembiayaan dan pengembangan kapasitas usaha. Tujuan dari program itu adalah meningkatkan kapasitas usaha mikro kecil dan menyediakan modal untuk pengembangan usaha mikro kecil.
     "Pengembangan kapasitas usaha diberikan secara gratis oleh PNM kepada usaha mikro kecil untuk membantu mengembangkan usaha agar lebih baik. Pengembangan kapasitas usaha terus dilakukan secara berkala untuk mendampingi usaha mikro kecil dalam mengelola usahanya secara lebih baik," katanya.
     Ia mengatakan, pengembangan kapasitas usaha dilakukan sebagai komitmen PNM untuk memajukan usaha mikro kecil. Kegiatan pengembangan usaha selain pendampingan usaha juga melakukan klasterisasi yang terbagi menjadi klaster sektoral dan teritorial.
     "Kegiatan klasterisasi sektoral adalah pembinaan dan pendampingan untuk kelompok pelaku usaha kecil mikro yang memiliki jenis dan sektor usaha sejenis, sedangkan klasterisasi teritorial berupa pembinaan dan pendampingan bagi pelaku usha mikro kecil dengan berbagai jenis dan sektor usaha yang berada dalam teritorial domisili atau usaha yang sama," kata Arief.
     Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, usaha mikro kecil menghadapi banyak tantangan, di antaranya modal yang terbatas, akses perbankan tidak mudah, aset yang relatif terbatas, pemasaran yang sulit, dan mutu produk yang belum memenuhi standarisasi.
     "Oleh karena itu, pembinaan atau pemberdayaan usaha kecil mikro perlu dilakukan untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut. Selain itu, pembinaan juga perlu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi usaha," kata Sultan.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar