Lima wisatawan terseret ombak Pantai Baru, dua di antaranya masih dicari

id Tim Basarnas,pantai baru bantul,wisatawan terseret ombak

Lima wisatawan terseret ombak Pantai Baru, dua di antaranya masih dicari

Tim SAR Gabungan masih mencari dua wisatawan tenggelam di kawasan Pantai Baru, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Foto Istimewa)

Yogyakarta (ANTARA) - Lima wisatawan dilaporkan mengalami kecelakaan laut setelah terseret gelombang pantai di Pantai Baru, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Kamis siang, sebanyak dua orang di antaranya masih dalam pencarian tim.

"Kantor Basarnas (Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional) Yogyakarta mendapat informasi bahwa telah terjadi kecelakaan laut di Pantai Baru Bantul pada pukul 10.55 WIB," kata Humas Kantor Basarnas Yogyakarta Pipit Eriyanto di Yogyakarta, Kamis.

Dari laporan yang diterima Kordinator SAR Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) wilayah 4 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Dwi Rias Pamuji tersebut menginformasikan telah terjadi kecelakaan laut yang menimpa lima orang di Pantai Baru.

"Setelah menerima laporan tersebut Kasubsi (Kepala Sub Seksi) Operasi Kantor Basarnas Yogyakarta langsung menyiapkan satu tim 'rescue' beserta peralatan 'water rescue' untuk melakukan operasi SAR," katanya.

Kronologi kejadian itu bermula ketika rombongan wisatawan dari Sukoharjo Jawa Tengah yang berjumlah delapan orang berwisata ke Pantai Baru Bantul, dan empat wisatawan diantaranya langsung bermain air di pinggir pantai tersebut.

Tetapi, ketika sedang bermain air di pinggir pantai tiba-tiba datang ombak besar hingga mengakibatkan empat orang terseret ombak, kemudian seorang atas nama Feryanto (35) mencoba menyelamatkan empat wisatawan tersebut.

"Tiga korban berhasil diselamatkan, namun nahas bagi Fery (35) dan Fajrina Dwi Saputri (7) ketika petugas Satlinmas wilayah 4 ingin menyelamatkan ke-dua korban sudah tergulung ombak dan hilang," katanya.

Ke tiga korban selamat masing-masing Shela (17), Afdhal Firmansyah (11) dan Rohimah (30) langsung dibawa ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Srandakan untuk mendapat perawatan, sementara dua wisatawan lainnya masih dalam pencarian petugas SAR gabungan.

Dia mengatakan, satu Tim Rescue Basarnas yang berjumlah delapan personil lengkap dengan membawa peralatan 'water rescue', diterjunkan untuk bergabung dengan Tim SAR gabungan yang sudah ada di lapangan.

"Tim SAR gabungan terdiri Basarnas Yogyakarta, Pos AL Samas, Ditpolair, Satlinmas wilayah 4 dan 3, BPBD Bantul, PMI Bantul serta potensi SAR lainnya saat ini sedang melaksanakan proses pencarian dua orang yang masih hilang," katanya.

Baca juga: 17 tewas dalam kecelakaan kapal di Sumenep
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar