Rektor UIN Yogyakarta: Indonesia tidak perlu impor rektor

id uin sunan kalijaga,rektor

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof KH Yudian Wahyudi (foto istimewa)

Yogyakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof KH Yudian Wahyudi mengatakan Indonesia tidak perlu impor rektor untuk mendongkrak ranking dunia perguruan tinggi negeri di Tanah Air.

"Rektor asing tidak perlu, yang perlu dipacu adalah mengoptimalkan budaya riset dan publikasi riset perguruan tinggi negeri di Indonesia di tingkat internasional," kata Yudian di Gedung Prof Amin Abdullah, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu.

Pada wisuda lulusan UIN Sunan Kalijaga periode IV tahun akademik 2018/2019, Yudian mengatakan bahwa hal itu dapat dilakukan dengan anggaran yang cukup serta menyederhanakan administrasi pertanggungjawaban anggaran.

Pada kesempatan itu, Yudian juga mengatakan Menteri Agama dalam Kabinet Kerja jilid II pemerintahan Joko Widodo hendaknya diisi oleh orang yang profesional dan bersih.

Menurut dia, Menteri Agama sebaiknya bukan dari kalangan partai politik, tetapi dari kalangan profesional, karena Kementerian Agama itu masalahnya kompleks sehingga harus dipegang oleh orang yang profesional sekaligus bersih.

"Kriteria itu dimiliki oleh para rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia," kata Yudian.

Ia juga mengatakan UIN Sunan Kalijaga masih menjadi pilihan favorit bagi para calon mahasiswa baru. Hal ini terbukti dari tingginya animo pendaftar yang mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru UIN Sunan Kalijaga tahun 2019.

Ada 8 jalur seleksi yang dibuka, yaitu Jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri),  SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri), SPAN–PTKIN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri).

Selanjutnya UM–PTKIN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri), CBT (Computer Based Test) 1,  CBT (Computer Based Test) 2, dan PBT (Paper Based Test).

Semua jalur seleksi tersebut mengalami peningkatan pendaftar dari tahun sebelumnya dengan jumlah total mencapai 103.271 orang. Bahkan, untuk jalur SPAN–PTKIN, UIN Sunan Kalijaga masuk urutan kedua sebagai kampus terfavorit nasional dengan jumlah pendaftar 50.500 orang.

"Jumlah keseluruhan mahasiswa baru yang diterima sebanyak 4.780 orang," katanya.

Menurut dia, hal ini menunjukkan bahwa persaingan untuk bisa diterima di UIN Sunan Kalijaga semakin ketat. Itu artinya kualitas pendidikan di kampus UI Sunan Kalijaga semakin baik dan semakin diterima oleh masyarakat.

Dari sisi pengelolaan BLU juga semakin baik terbukti anggaran pendapatan BLU UIN Sunan Kalijaga terus meningkat. Pendapatannya rata-rata Rp24 miliar setiap tahun.

"Peningkatan pendapatan BLU dari tahun ke tahun tentunya bisa menopang kesejahteraan pegawai dan memacu sivitas akademika untuk meraih prestasi dalam kompetisi-kompetisi baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional," kata Yudian.

Pada pelaksanaan wisuda periode IV tahun akademik 2018/2019 ini UIN Sunan Kalijaga meluluskan sebanyak 1.128 orang, terdiri atas 895 lulusan S-1, 214 lulusan S-2, dan 19 lulusan S-3.

Pelaksanaan upacara wisuda dilakukan dua kali, yakni 560 orang diwisuda pada Rabu (7/8) dan 568 orang diwisuda pada Kamis (8/8). Sampai dengan wisuda kali ini, jumlah lulusan UIN Sunan Kalijaga sebanyak 60.541 orang, 626 orang di antaranya bergelar Doktor dan 5.572 bergelar Magister.

Pada wisuda kali ini Rektor UIN Sunan Kalijaga juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang berhasil menorehkan prestasi dalam berbagai kompetisi baik kompetisi akademik maupun non-akademik.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar