Perajin kerupuk udang di Kulon Progo berupaya meningkatkan produksi (VIDEO)

id Kerupuk udang,Kulon Progo

Perajin kerupuk udang di Kulon Progo berupaya meningkatkan produksi (VIDEO)

Perajin kerupuk udang di Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, mulai memotong kerupuk basah sebelum dijemur. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Perajin kerupuk udang di Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupaya meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan.

Perajin kerupuk udang di Desa Sidorejo, Shopoan di Kulon Progo, Jumat, mengatakan saat ini produksi kerupuk udang berkisar 1,3 kuintal hingga 1,5 kuintal per hari dengan omzet Rp17 juta per bulan.

"Setiap hari kami berproduksi. Kami sampai menolak pesanan karena kemampuan produksi masih terbatas," kata Shopoan.

VIDEO: Perajin kerupuk udang kebanjiran pesanan


Ia mengatakan dirinya merintis usaha kerupuk udang sejak 2005i. Kemampuan produksi kerupuk ini ia pelajari dari perajin kerupuk di Boyolali (Jawa Tengah).

Awalnya, pemasaran hanya di sekitar Lendah dan Galur. Permintaan semakin banyak, hingga menembus pasar di Kabupaten Kulon Progo dan Bantul.

Saat ini, dirinya sudah memiliki tenaga kerja sebanyak tujuh orang. Mereka ada yang bertugas membuat adonan, mengukus adonan, hingga menjemur kerupuk, serta mengantar kerupuk ke pedagang.

"Sampai saat ini, kami berusaha meningkatkan produksi dan pemasaran. Ke depan, kami berharap usaha ini mampu menyerap tenaga kerja yang lebih banyak lagi," harapnya.

Shopoan mengatakan kendala produksi kerupuk ini yakni saat musim hujan sinar matahari kurang. Saat musim kemarau, menjemur kerupuk hanya dua hari, tapi pada musim hujan bisa empat sampai lima hari.

"Kelemahan pembuatan kerupuk ini ketika penjemuran kurang bagus akan berdampak muncul jamur," katanya.

Salah seorang pelanggan krupuk produksi Shopoan, Tiara Yogi Arni mengaku menyukai cita rasa krupuk rambak tersebut. Ia bahkan setiap beberapa bulan sekali datang ke tempat produksi Shopoan untuk membeli krupuk rambak.

"Banyak yang suka krupuknya. Kerupuk ini bisa untuk camilan keluarga," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Agro, Minuman dan Makanan Dinas Perdagangan Kulon Progo Atik Yuni Wardhani mengatakan Dinas Perdagangan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku industri kecil menengah, seperti perajin kerupuk di Desa Sidorejo ini.

"Terakhir, mereka kami bantu mendapatkan bantuan alat produksi dari Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna DIY," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar